config

Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Februari 2015

Telkomsel memiliki promo narsis berhadiah jutaan rupiah

Harianjogja.com, JOGJA- Telkomsel mengajak pengguna media sosial twitter dan instagram untuk mengungkapkan perasaan mereka melalui foto bersama orang tersayang. Tidak hanya merayakan momen hari kasih sayang, program tersebut berhadiah total jutaan rupiah.

Corporate Communications Telkomsel Jateng dan DIY Agus B Prasetyono mengatakan, untuk mengikuti program berhadian tersebut caranya mudah. Peserta cukup melakukan registrasi nomor LOOP dengan format : AiLOOPYu (spasi) nama akun twitter/instagram, kirim ke 3938.
“Pendaftaran gratis. Setelah melakukan registrasi, peserta mengunggah foto bersama yang tersayang dengan menggunakan tagar #AiLOOPYu, melalui akun twitter dan instagram Telkomsel regional Jateng dan DIY di akun @Tsel_JatengDIY,” jelas Presetyono, Jumat (13/2/2015).
Yoyo sapaan akrab Prasetyono menambahkan, periode pengiriman foto tersebut ditunggu hingga 28 Februari 2015. Sementara, untuk penilaian dan penentuan pemenang akan dilakukan oleh pihak Telkomsel dengan memilih foto yang paling kreatif.
“Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 1 Maret 2015 melalui akun media sosial masing-masing. Total hadiah Rp3 juta berupa souvenir eksklusif dan voucher. Kami akan memilih 7 pemenang dalam lomba ini,” tukas Yoyo.

Seberapa Kencang 4G LTE Besutan XL Axiata?

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator Seluler XL Axiata resmi meluncurkan jaringan seluler 4G LTE di Bogor, Medan, dan Yogyakarta. Pelanggan XL Axiata di tiga kota tersebut kini bisa mencicipi koneksi jaringan berkecepatan tinggi tersebut dengan membeli kartu SIM baru atau menukarkan kartu lama.

Berapa kecepatan yang bisa diperoleh pelanggan? "Kami sudah melakukan uji coba di Mega Kuningan, hasilnya kami peroleh kecepatan 259 Mbps," kata Chief Digital Services XL Axiata Dian Siswarini saat berbicara dalam acara peluncuran di Jakarta, Jumat (19/12/2014). 

Namun, Dian menambahkan bahwa angka itu didapat melalui teknik agregasi menggunakan frekuensi 900 MHz, 1800 MHz, dan 2100 MHz.

XL Axiata sendiri saat ini baru menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 900 MHz sesuai dengan izin komersial dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kalau untuk sekarang, di frekuensi 900 MHz, kecepatan maksimalnya 36 Mbps," jelas Head of Network Planning XL Axiata Rahmadi Mulyohartono ketika ditemui Kompas Tekno di sela acara.

Meski kecepatannya terlihat lebih kecil ketimbang jaringan 3G XL Axiata setelah modernisasi dual carrier yang disebut mencapai 42 Mbps, Rahmadi menjelaskan bahwa pengalaman pelanggan dalam memakai jaringan 4G LTE XL akan lebih baik ketimbang saat menggunakan jaringan 3G.

"Soalnya latency lebih kecil dengan angka 32 milidetik, sedangkan 3G sekitar 50 milidetik. Selain itu, jaringan 4G LTE juga masih belum dipadati pengguna," jelas Rahmadi, sambil menambahkan bahwa kecepatan 4G LTE akan bertambah apabila sudah bisa ikut digelar di frekuensi 1800 MHz. 

"Kalau untuk mencapai kecepatan 250 Mbps, handset-nya juga harus memakai yang mendukung 4G LTE kategori atau Cat-6," lanjut dia lagi.

Penggunaan frekuensi 1800 MHz untuk 4G LTE masih menunggu penataan spektrum tersebut agar menghasilkan blok alokasi yang berkesinambungan untuk masing-masing operator seluler.

Menkominfo Rudiantara yang turut hadir dalam acara peluncuran 4G LTE XL Axiata mengatakan pemerintah akan segera melakukan penataan frekuensi 1800 MHz, termasuk penetapan frekuensi tersebut sebagai teknologi netral yang dijadwalkan rampung pada kuartal pertama 2015.

Menurut Rudiantara, pemberian izin penggunaan frekuensi 1800 MHz untuk penggunaan teknologi LTE nantinya akan bergantung pada kesiapan operator bersangkutan. "Kalau sudah siap, silakan lakukan uji layak operasi. Nanti kami berikan surat layak operasi, setelah itu bisa dikomersialkan," katanya.‎

Rabu, 28 Januari 2015

Bolt Hadirkan Dua Modem 4G Generasi Baru

Sukses dengan menyajikan layanan Internet 4G di Jabodetabek, Internux (penyedia layanan internet Bolt 4G) pada bulan Mei ini memperkenalkan peranti barunya yang menghadirkan feature lebih intuitif dan daya tahan baterai lebih lama.

Selain terus memperluas jangkauan jaringan 4G mereka, Internux juga memperkenalkan smart Mobile WiFi generasi kedua (Bolt! Mobile WiFi Slim) yang kali ini disuplai oleh Huawei. Dibandingkan Mobile WiFi model pertama dari ZTE, fisik WiFi Slim lebih ramping namun baterainya dapat bertahan lebih lama (hingga 10 jam).

Yang menarik, modem Bolt 4G generasi kedua ini memiliki layar LCD yang akan menampilkan informasi nomor Bolt, WiFi ID, dan lainnya sedangkan pada model pertama hanya menampilkan lampu indikator perangkat. Dengan tampilan yang lebih keren ini, harga modem Bolt WiFi Slim ternyata tetap sama yakni Rp299.000 dengan bonus kuota 8GB selama 30 hari dan penggunaan Line gratis untuk chat, voice call, dan video call plus voucher Line Rp 20.000.

Selain paket yang menarik, terdapat juga tiga keunggulan utama di modem Bolt terbaru ini. Yang pertama adalah QR Code untuk memudahkan sharing Internet dengan cukup scan/memindai barcode di modem. Kedua, feature Dual WiFi Band untuk pilihan jaringan lebih cepat, dan ketiga adalah Profile View yang menampilkan informasi My Bolt.

Internux juga sedang menyiapkan produk mobile WiFi lainnya yang disebut Bolt Mobile WiFi Max dengan baterai kapasitas 3560mAh yang mampu beroperasi hingga 12 jam. Dalam waktu dekat, modem WiFi seharga Rp399.000 ini juga akan meluncur ke pasaran.

Layanan internet 4G LTE Bolt kini telah digunakan oleh 500 ribu pelanggan sejak diluncurkan Desember 2013 lalu dan dengan kehadiran produk ini Internux berharap mencapai target 1 juta pelanggan hingga akhir tahun 2014. “Kami optimistis target ini bisa tercapai karena dahulu dengan satu produk saja kita bisa mencapai 500 ribu pelanggan dalam waktu 5 bulan,” kata Liryawati, Chief Marketing Officer Bolt! Super 4G LTE.

Untuk mencapai targetnya tersebut pihak Internux telah berinvestasi hingga US$ 70 juta termasuk dalam pengadaan produk mobile WiFi baru serta peningkatan kualitas jaringan.

“Hingga bulan Mei 2014 ini proses peningkatan jaringan Bolt telah menjangkau hingga 1300 kilometer persegi yang melingkupi seluruh bagian Jabodetabek. Ditargetkan bulan Juni nanti sudah dapat meng-cover lebih dari 1400 kilometer persegi dimana dapat menjangkau hingga pelosok Jabodetabek,” jelas Devid Gubiani, Chief Technology Officer Bolt.

Perluasan cakupan dan peningkatan kapasitas jaringan ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan disebagian area yang merasakan koneksi Bolt belakangan semakin lamban dan kadang tak mendapatkan sinyal. Semoga saja perbaikan hingga tengah tahun ini dapat lebih memuaskan pelanggan Bolt.

Jumat, 16 Januari 2015

Benarkah 4G "Tahap Dua" Bikin Koneksi Makin Kebut?

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menghadiri acara Social Media for God di Menara Multimedia, Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjanjikan implementasi teknologi 4G di frekuensi 1.800 MHz pada tahun ini. Tapi benarkah penerapan teknologi ini akan membuat pelanggan bisa menikmati internet kecepatan tinggi?

Pengamat telekomunikasi Teguh Prasetya menyambut positif rencana implementasi teknologi 4G tersebut. Penerapan di frekuensi 1.800 MHz ini dinilainya bisa meningkatkan kecepatan akses internet. Pengumuman yang akan dilakukan Menkominfo pada Februari mendatang pun bisa jadi sinyal agar operator-operator mulai bersiap.

"Kalau di 1.800 MHz, ada 20 MHz spektrum yang lebih lebar. Ini bisa dipakai teman-teman operator supaya memberi speed up to 160 Mbps. Kalau di 900MHz bandwidth terbatas, speed juga terbatas," terang Teguh saat dihubungi KompasTekno, Kamis (15/1/2014).

Dia menambahkan, kecepatan up to 160 Mbps itu bisa dicapai dengan agregasi kanal, yaitu dengan memanfaatkan 5 MHz spektrum di frekuensi 900 MHz dan 20 MHz spektrum di frekuensi 1.800 MHz. Teknologi yang diterapkan untuk agregasi ini pun berbeda. "Tergantung kebutuhan user dan investasi operator," pungkasnya.

Saat ini, frekuensi 1.800 MHz dihuni oleh empat operator telekomunikasi. Total lebar pita yang dipakai mencapai 75 MHz. Komposisi saat ini adalah Telkomsel menguasai 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, XL Axiata 22,5 MHz, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) 10 MHz. Penataan diperlukan agar blok frekuensi mereka dapat berdampingan.

Durasi penataan ulang tersebut tergantung pada kesiapan operator. Namun Rudiantara menambahkan, penerapan 4G tersebut tidak dilakukan langsung di seluruh Indonesia melainkan dimulai per pulau.

"Kalau per pulau saya yakin pertengahan tahun ini kita sudah bisa jalan. Kalau ditanya kesiapan operator, ya, operator si nanti-nanti dulu. Tapi kita harus jalan," ujar Rudiantara di sela-sela acara Social Media for Social Good, Selasa (13/1/2015).

Nasib 2G

Selain soal penataan ulang, saat ini frekuensi 1.800 MHz masih berisi pelanggan 2G. Total ada lebih dari 180 juta pelanggan 2G di Indonesia yang menggunakan frekuensi ini, dengan rincian Telkomsel 90 juta, Indosat 35 juta, XL 30 juta, dan Tri 20 juta.

Teguh berpendapat operator punya dua pilihan dalam hal ini. Jika operator masih membagi alokasi 20 MHz spektrumnya untuk 4G dan 2G, berarti pelanggan akan tetap bisa memakai frekuensi tersebut. 

Akan tetapi, opsi tersebut bisa berdampak pada kecepatan 4G yang tidak maksimal.

"Kalau setengah-setengah akan mengurangi bandwidth yang 20MHz. Kecepatan tidak maksimal. Jadinya seperti di 900 MHz sekarang, karena (bandwidth) cuma 5MHz speed jadi cuma up to 36 Mbps," jelasnya.

Opsi kedua adalah 20 MHz spektrum seluruhnya untuk 4G. Dampaknya pelanggan harus pindah ke frekuensi lain, misalnya ke 900 MHz atau terputus.

"Efeknya pada frekuensi ini kapasitasnya terbatas, artinya jumlah pelanggan juga lebih terbatas," imbuhnya.

"Biasanya operator akan melakukannya bertahap. Pesan kami jangan sampai hal ini merugikan pelanggan existing," tutup Teguh.

Sumber : Kompas