config

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 September 2017

24 Bahaya Narkoba bagi Kesehatan, Kejiwaan, Remaja dan Pelajar Indonesia

Narkoba merupakan akronim dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Istilah bahaya narkoba yang banyak digunakan di Indonesia sebenarnya mengacu kepada penyalahgunaan obat-obat berbahaya. Mengapa disebut penyalahgunaan? Karena sebenarnya beberapa jenis narkoba merupakan obat yang digunakan oleh dunia kedokteran sebagai obat bius, penghilang rasa sakit, dan mengobati berbagai penyakit berbahaya. Namun, penyalahgunaan terjadi ketika orang mengkonsumsi jenis obat narkoba tanpa resep dokter dan atau menggunakannya di luar dosis yang dianjurkan. Akibatnya, orang yang mengkonsumsi tersebut menjadi kecanduan.

Kepolisian Republik Indonesia mempunyai istilah sendiri terhadap narkoba, yaitu Napza, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Sedangkan menurut badan kesehatan dunia di bawah PBB, WHO, 1982 narkoba adalah semua jenis zat berupa padat, cair atau gas yang dapat merubah struktur dan fungsi tubuh manusia secara fisik maupun secara psikis. Jenis zat-zat yang dimaksud tidak termasuk zat makanan, karena makanan juga dapat merubah fisik dan psikis ke arah gizi yang lebih baik.

Baca juga:

efek sabu-sabu pada tubuh manusiabahaya morfinefek samping obat jangka panjang

Jenis-Jenis Narkoba

Berdasarkan definisi narkoba menurut WHO di atas, makajenis-jenis narkoba terbagi menjadi tiga, yaitu :

Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman, dibuat secara sintetis maupun semi sintetis. Zat ini digunakan untuk menghilangkan kesadaran sebagian atau keseluruhan, mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri, dan menghilangkan rasa. Dikonsumsi tidak mengikuti aturan / resep dokter, sehingga mengakibatkan kecanduan atau ketergantungan.
Contoh narkoba jenis ini adalah ganja.  Akibat menghisap ganja sangat banyak bagi tubuh dan lingkungan sosial.  Efek ganja dapat dilihat dari segi psikologis, sosial, dan ekonomis.Psikotropika, yaitu zat atau obat alami atau sintetis di luar narkotika yang dapat menimbulkan efek psikoatif pada pemakainya. Psikoaktif yang dimaksud berarti mempengaruhi kerja syaraf pusat untuk merubah perilaku secara mental. Dengan pemakaian yang berlebihan dan terus menerus, zat ini juga akan menyebabkan ketergantungan / kecanduan.
Contoh zat psikotropika adalah heroinZat adiktif, yaitu bahan lain selain narkotika dan zat psikotropika yang menyebabkan ketergantungan secara fisik dan psikologis. Orang yang tidak menggunakan ini apabila sudah merasa ketergantungan akan gelisah, tidak bisa berpikir, dan seterusnya.
Contoh zat ini adalah rokok dan alkohol. Oleh sebab itu, beberapa negara menerapkan aturan yang sangat ketat dan mahal bagi penjualan alkohol dan rokok.  Dan diperlukan juga cara mengatasi kecanduan rokok dancara menghilangkan alkohol dari dalam tubuh.

Penyebab Orang Mengkonsumsi Narkoba
Mengapa orang dapat mengkonsumsi narkoba? Padahal sekarang ini sudah banyak sekali kampanye anti narkoba dan penjelasan tentang bahaya narkoba. Beberapa hal yang menyebabkan orang tetap mengkonsumsi narkona, antara lain :

Anticipatory belief. Kondisi di mana melakukan sesuatu sebagai pembuktian kehebatan dirinya, mengikuti tren, dan akan dianggap sebagai orang dewasa. Contohnya, anak usia SD umumnya pertama kali merokok karena ingin dianggap sebagai kelompok tertentu, dianggap dewasa, dan dianggap hebat. Anak yang tidak berani merokok akan diejek masih kecil, banci, dan sebagainya.Relieving belief. Penggunaan narkoba digunakan untuk melepaskan diri atau melupakan sejenak masalah-masalah yang dihadapi. Awalnya penggunaan narkoba sedikit. Namun karena semakin banyak tekanan dan ketergantungan, tubuh menuntut penggunaan yang semakin banyak.Permissive belief. Keadaan di mana seseorang menganggap konsumsi narkotika, zat psikotropika, dan zat adiktif merupakan hal yang biasa dan sesuai dengan gaya hidup, yang sebenarnya gaya hidup tidak sehat. Contohnya mungkin banyak terjadi di kalangan artis dan anak muda yang menganggap narkotika dan zat adiktif seperti rokok adalah gaya hidup mereka.

Mengingat bahaya narkoba yang cukup serius dan sudah mengenai banyak generasi muda bangsa, maka artikel kali ini akan membahas bahaya narkoba dari segala sisi.

(Baca juga: efek samping sering minum obat – efek samping obat penenang – bahaya kokain)

Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Narkoba sesedikit apapun penggunaannya, sangat berbahaya bagi kesehatan. Karena penggunaan yang sedikit biasanya tidak akan bertahan lama. Secara umum, penyalahgunaan narkoba memberikan empat dampak bagi kesehatan, yaitu :

Dampak depresan. Dampak yang menyebabkan pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri. Dalam tahap ini, tidurnya pengguna narkoba tidak sama dengan tidur orang biasa. Tidurnya tidak berarti istirahat. Karena beberapa organ tubuh masih bekerja.Dampak halusinogen. Dampak ini menyebabkan pemakai narkoba berhalusinasi atau melihat sesuatu yang tidak ada. Halusinasi atau khayalan ini, bisa berupa sesuatu yang menakutkan baginya sehingga bisa berteriak-teriak histeris atau berupa sesuatu yang menyenangkan dan selama ini diinginkannya.Dampak stimulan. Dampak yang menyebabkan organ tubuh seperti jantung dan otak pengguna narkoba bekerja lebih cepat. Pada saat ini, orang tersebut akan merasa lebih bertenaga dan mempunyai energi tambahan untuk berpikir dan berkreasi. Dampak narkoba jenis ini biasanya digunakan oleh para pekerja kreatif, pebisnis, dan semua orang yang merasa bahwa dia hanya bisa berkarya jika di bawah pengaruh narkoba. Akibatnya, organ tubuh dan otak yang dipaksa bekerja terus menerus melebihi batas kemampuan akan rusak dan dapat mengakibatkan kematian.Dampak adiktif. Pada dasarnya, semua jenis narkoba menyebabkan dampak ketagihan atau kecanduan. Dalam waktu lama si pemakai tidak mengkonsumsinya, maka tubuh akan merasa sakit. Bahkan, tubuh bisa menjadi kondisi kritis (sakaw).

Selain empat dampak penyalahgunaan narkoba yang telah disebutkan di atas, secara spesifik narkoba dapat membahayakan kesehatan. Bahaya narkoba bagi kesehatan, yaitu :

1. Merusak sistem pernapasan

Ada beberapa jenis narkoba yang penggunaannya dihisap seperti ganja dan heroin. Penghisapan berarti melalui saluran pernapasan. Lewatnya zat-zat beracun melalui saluran pernapasan dapat mengakibatkan kondisi gangguan pada sistem pernapasan itu sendiri. Orang yang menggunakan narkoba jenis ini lebih mudah atau beresiko tinggi terserang sesak napas, bronchitis, infeksi paru-paru dan kanker paru-paru.

2. Perubahan fungsi otak

Mungkin di awal penggunaan narkoba, si pengguna merasa meningkat fungsi otaknya ; lebih kreatif, lebih mudah berpikir, dan lain-lain. Namun, ketika sudah sampai pada tahap kecanduan yang tinggi, fungsi tersebut tidak akan dirasakan lagi. Banyak penelitian yang menggunakan percobaan pada hewan akan menunjukkan bahwa penggunaan narkoba pada akhirnya akan merusak fungsi syaraf pusat, yaitu otak. Daya pikir akan menurun. Dan fokus tidak lagi pada pekerjaan dan lingkungan, tetapi kepada bagaimana cara mendapatkan narkoba.

3. Merusak sistem peredaran darah

Paru-paru dan jantung bekerja saling berhubungan. Ketika zat-zat kimia beracun memasuki paru-paru, maka zat-zat beracun tersebut akan masuk ke jantung dan peredaran darah secara keseluruhan. Dan karena darah beredar ke seluruh tubuh, maka akan menyebar pula zat-zat beracun yang dibawanya ke seluruh tubuh. Sistem peredaran darah menjadi rusak dan mudah terserang berbagai penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah. Yang paling pertama dapat terlihat dari pengguna narkoba yang rusak sistem peredaran darahnya adalah mata yang memerah akibat melebarnya pembuluh darah mata.

4. Gangguan sistem reproduksi

Penggunaan narkoba yang terus menerus mengakibatkan gangguan sistem hormon, terutama hormon yang berkaitan dengan reproduksi. Akibatnya, terjadi penurunan fungsi seksual pada wanita maupun pria yang menggunakan narkoba.  Narkoba dapat menjadi salah satu penyebab kemandulan.

5. Gangguan pada sistem syaraf pusat /otak

Ketika zat-zat narkoba sudah memasuki sistem pembuluh darah, hanya dalam hitungan menit, senyawa kimia beracun dan berbahaya dibawa menuju otak dan organ lainnya. Di otak, yang merupakan sistem syaraf pusat, senyawa narkoba / THC melepaskan doplamin dan menyebabkan pengguna merasa tenang atau”fly”.

Doplamin yang dikeuarkan sangat banyak sehingga pada tahapan lanjut atau pecandu akan menyebabkan pengguna tidak dapat mencerna informasi secara benar, maupun mengingat sesuatu. Akibatnya, halusinasi terus menurus sampai kehilangan kesadaran. Alih-alih akan menambah kreatifitas dan meningkatkan fungsi kerja otak, narkoba menyebabkan kerusakan pada otak.

6. Gangguan pada kulit

Gangguan pada kulit biasanya terjadi pada pengguna narkoba dengan jarum suntik. Suntikan yang terus menerus di daerah yang sama mengakibatkan infeksi kulit. Kulit pengguna narkoba jenis ini terlihat lebam atau kebiruan di daerah bekas suntikan terjadi.

7. Gangguan pada hati

Dalam sistem pencernaan organ hati berfungsi menawarkan racun. Segala jenis racun akan masuk ke dalam hati, terutama narkoba yang dikonsumsi melalui mulut dan pernapasan. Karena banyaknya racun yang masuk, hati bekerja berlebihan sehingga mengalami gangguan fungsi hati. Gejala awal / ciri-ciri gangguan hati pengguna narkoba adalah perasaan tersengat di mulut dan tenggorokan.

8. Merusak sistem kekebalan tubuh

Dengan masuknya berbagai jenis kimia sangat berbahaya ke dalam tubuh dan buruknya berbagai organ tubuh, otomatis pengguna narkoba mengalami kerusakan / penurunan sistem kekebalan / imun tubuhnya. Pengguna narkoba akan mudah sekali terserang penyakit. Apalagi ditambah pecandu narkoba yang sudah level tinggi tiak lagi memperhatikan hal lain selain cara mendapatkan narkoba kembali.

(Baca juga: pengawet makanan – bahaya shisha – efek samping rokok elektrik – bahaya dadah)

Bahaya Narkoba Bagi Kejiwaan

Selain berbahaya bagi kesehatan, narkoba berbahaya bagi kejiwaan / psikis / psikologis / mental. Hal ini dapat terjadi karena penggunaan narkoba yang terus menerus mengakibatkan kerusakan sistem syarat pusat, yaitu otak. Beberapa akibat narkoba bagi kejiwaan, antara lain :

1. Kerja menjadi lamban dan ceroboh serta tegang dan gelisah

Meskipun pada awalnya, pengguna narkoba merasakan peningkatan energi dan kreativitas, pengguna narkoba yang sudah kecanduan akan rusak otaknya sedikit demi sedikit. Akibatnya daya kerja dan kreativitas berkurang, ingatan juga menurun. Pada pengguna yang masih terus bekerja, pekerjaannya menjadi lamban dan sering salah (ceroboh).

2. Hilang percaya diri, penghayal, apatis dan penuh curiga dengan lingkungannya

Ini terutama terjadi pada penggunaan narkoba yang mengakibatkan halusinasi. Mereka tidak dapat lagi membedakan mana yang nyata dan tidak nyata. Akibatnya, dalam lingkungan sosial mereka apatis dan mudah curiga.

3. Paranoid

Merupakan lanjutan dari akibat narkoba yang menimbukan halusinasi. Halusinasi, terutama yang menakutkan membuat pengguna sering berteriak histeris dan takut pada siapapun dan apapun.

4. Sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, dan tertekan

Pecandu narkoba, yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana mendapatkan narkoba kembali. , sehingga mereka akan sulit berkonsentrasi dalam pekerjaan tertentu. Apalagi kalau kebutuhan tubuh akan narkoba meningkat, perasaan tertekan semakin terasa. Ditambah dengan daya halusinasi mereka menjadi cepat tersinggung.

5. Merasa tidak aman

Pengguna narkoba yang berhalusinasi semakin membawa kepada situasi yang sulit. Halusinasi mengakibatkan paranoid. Paranoid mengakibatkan perasaan tidak aman terhadap situasi sekelilingnya. Selanjutnya, tindakan mereka dapat menjadi tidak terkendali dan brutal, karena menganggap semua yang di sekelilingnya adalah musuh. Akibat paling buruk dari perasaan tidak aman adalah bunuh diri.

(Baca juga: bahaya rhodamin b pada makanan – akibat menghisap ganja – bahaya ekstasi)

Bahaya Narkoba Bagi Remaja

Sasaran dari para Bandar narkoba adalah generasi muda. Mengapa demikian? Karena kebanyakan negara, terutama negara berkembang memiliki generasi muda yang banyak. Sehingga pasar narkoba selalu ada. Generasi muda yang dimaksud salah satunya adalah remaja. Selain pasar remaja yang sangat banyak, remaja adalah manusia di masa yang paling mudah dipengaruhi.

Dengan gaya hidup yang serba globalisasi, pengaruh terhadap remaja semakin kuat. Dan apabila tidak ada benteng dari keluarga, masyarakat, dan sekolah akan semakin banyak pengguna dari kalangan remaja. Berikut adalah akibat penggunaan narkoba pada remaja :

1. Remaja akan tumbuh menjadi tidak sehat tubuhnya. Ini dapat terjadi karena narkoba dan napza merusak hampir semua sistem organ tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuhnya.

2. Remaja tumbuh menjadi manusia yang tidak sehat mentalnya. Remaja akan menjadi orang yang mudah murah, gelisah, brutal, penghayal, dan menjadi pribadi yang tidak produktif. Pekerjaannya tidak lain adalah menunggu datangnya narkoba.

3. Kriminalisasi oleh kalangan remaja akan meningkat. Hal tersebut dapat terjadi seiring dengan semakin tinggi tuntutan pada pecandu narkoba untuk selalu mendapatkannya. Remaja akan menggunakan segala cara untuk bisa membeli narkoba dan napza.

4. Rusaknya sistem reproduksi remaja. Sistem reproduksi menjadi sistem organ yang ikut mengalami gangguan karena menggunakan narkoba. Sistem reproduksi yang mengalami gangguan ini akan sulit diperbaiki di masa mereka menjadi dewasa.

5. Kehancuran bangsa. Poin paling akhir tetapi paling penting dari penggunaan narkoba adalah kehancuran bangsa. Tubuh remaja bangsa tidak sehat, mental / kejiwaannya tidak sehat, konsentrasi di otaknya kriminal, apalagi yang diharapkan suatu bangsa terhadap remaja yang demikian? Padahal masa depan bangsa terletak di tangan remaja sebagai generasi muda. Remajalah yang akan menjadi tokoh negara di segala bidang 20 sampai 30 tahun yang akan datang.

(Baca juga: bahaya aspartam – bahaya nitrosamine –bahaya sakarin – bahaya perokok pasif)

Bahaya Narkoba Bagi Pelajar

Remaja menurut istilah Bangsa Indonesia, berarti generasi muda yang berusia antara 11 sampai 24 tahun. Dan sebagian dari remaja adalah para pelajar. Keterlibatan pelajar dengan narkoba biasanya karena gaya hidup dan ingin dianggap hebat oleh sesame pelajar. Dengan demikian, narkoba menjadi sesuatu yang biasa dan lumrah di kalangan pelajar. Berikut adalah bahaya penyalahgunaan narkoba bagi pelajar :

1. Perubahan dalam sikap dan kepribadian. Zat-zat kimia dalam narkoba membuat pecandunya berubah sikap menjadi tidak percaya diri, mudah tersinggung, dan banyak sikap buruk lain.

2. Pelajar menurun tingkat kedisiplinannya. Hal ini terjadi biasanya karena pecandu sudah tidak konsentrasi lagi dengan pelajaran sekolah. Akhirnya mereka menjadi sering bolos dan nilai-nilai pelajaran yang semakin menurun.

3. Sering menguap, mengantuk dan malas. Apabila pelajar yang menjadi pecandu narkoba tetap bisa memaksakan dirinya sekolah, mereka akan menjadi pelajar yang malas dan suka mengantuk. Pengaruh zat-zat kimia beracun telah bekerja efektif pada diri pelajar.

4. Pelajar tidak peduli dengan lingkungan dan dirinya. Pelajar menjadi apatis terhadap lingkungannya karena fokus pada narkoba. Bahkan, mereka tidak lagi memperhatikan keadaan dirinya.

5. Suka mencuri dan tindakan kriminal lainnya. Pelajar umumnya, adalah anak yang masih tergantung kepada orangtua dalam hal mencukupi kebutuhan hidupnya. Apabila kebutuhan akan narkoba semakin meningkat, maka uang saku yang diberikan orang tua tidak lagi cukup. Mereka mulai berpikir mendapatkan uang lebih untuk mebeli narkoba dari mencuri dan tindakan kriminal lainnya. Yang paling buruk, mereka berusaha menjual narkoba kepada teman lain untuk ditukar dengan narkoba dalam jumlah tertentu.

6. Rusaknya pelajar, rusaknya generasi muda, rusaknya bangsa. Jelas, karena pelajar adalah bagian dari generasi muda yang akan meneruskan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa yang akan datang.

Mengingat remaja, khususnya pelajar adalah aset masa depan bangsa maka harus ada  cara mencegah narkoba di kalangan pelajar.  Selain itu, agar kerusakan tidak bertambah perlu dipikirkan cara mengatasi kecanduan narkoba.

Baca juga:

bahaya alkohol bagi kesehatanzat aditif pada makananefek samping antibiotik

Demikian artikel tentang kejiwaan, bahaya narkoba – bahaya bagi kesehatan, remaja, dan pelajar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan mengurangi penggunaan narkoba di Indonesia.

Minggu, 10 September 2017

Cegah Seks Bebas dari Sekarang, Atau Masa Depan Terancam





Kian majunya zaman, pergaulan remaja sekarang justru memprihatinkan. Gaya pacaran bukan cuma dimiliki remaja yang berusia 17 tahun. Anak-anak yang baru berusia SD pun sudah mulai menjajalnya. Akibatnya, seks bebas seolah menjadi sesuatu yang wajar. Malahan ketika ada pasangan yang berpacaran secara sehat, mereka dicibir dengan cap "sok alim". Ironis, bukan?

Redaksi gender suaramerdeka.com telah menghimpun tips-tips ampuh untuk mencegah terjadinya seks bebas di kalangan remaja. 

1. Orang tua harus mencurahkan perhatian dan kasih sayang dalam hal apapun. Selain itu orang tua juga perlu melakukan pengawasan yang tidak mengekang. Sebagai contoh, seorang anak diperbolehkan dengan teman yang sebaya, atau yang berbeda maksimal umur 2 atau 3 tahun lebih tua darinya. Karena apabila dibiarkan bergaul dengan teman main yang tidak sebaya, pasti akan berpengaruh ke gaya hidupnya sehingga terbawa ke gaya hidup yang mungkin belum perlu dia jalani.

2. Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena di sanalah tempat anak lebih banyak
  menghabiskan waktunya selain di rumah.

3. Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan
  mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.

4. Mendukung hobi yang diinginkan selama itu masih positif untuk anak. Dengan mendukung seorang anak mengembangkan hobi, maka bakatnya akan dapat dieksplore secara positif. Selain itu dengan melarangnya dapat mengganggu kepribadian dan kepercayaan dirinya.

5. Orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anaknya, sehingga dapat membimbing ketika sang anak sedang menghadapi masalah.

6. Bantu anak untuk membuat rencana masa depannya. Ingat, remaja yang memiliki rencana dan mimpi dapat melindungi mereka dari serangan aktivitas seksual awal. Sebagai orang tua, dengarkan dengan penuh perhatian ketika anak anda bercerita tentang mimpi mereka.

7. Membangun diri dengan kegiatan positif di luar kerja dan sekolah. Dorongan seksual yang timbul sewaktu-waktu dapat membawa seseorang pada perilaku menyimpang. Untuk itu, para pakar kesehatan menyarankan agar kehidupan seks seimbang, maka alihkan perhatian kepada kegiatan-kegiatan yang positif, seperti berolahraga atau mengikuti beragam kegiatan sosial.

Selasa, 29 Agustus 2017

Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang lainnya.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atauserangan jantung (walaupun pada kenyataannya pesan tersebut sering diabaikan).

Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

Menurut riset 51,1 persen rakyat Indonesia adalah perokok aktif, tertinggi di ASEAN dan sangat jauh bedanya dengan negara-negara tetangga, misalnya: Brunei Darusallam 0,06% dan Kamboja 1,15%. Pada tahun 2013, 43,8% perokok berasal dari golongan lemah; 37,7% perokok hanya memiliki ijazah SD; petani, nelayan dan buruh mencakup 44,5% perokok aktif. 33,4% perokok aktif berusia di antara 30 hingga 34 tahun. Bagusnya hanya 1,1% perempuan Indonesia adalah perokok aktif, walaupun tentunya perokok pasif akan lebih banyak.[1]

Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung,penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.[2][3]

Jenis rokok

Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, danpenggunaan filter pada rokok. Jenis rokok juga dilihat dari kadar nikotin dan tar nya

Rokok dari daun nipah

Rokok berdasarkan bahan pembungkus.

Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kulit jagung.Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.Rokok daun nipah

Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.

Rokok putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
Rokok kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.Rokok klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dankemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok berdasarkan proses pembuatannya.

Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkarpangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar.

Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian :

Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam International, Djarum Super dan lain-lain.Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild, U Mild, L.A. Lights, Surya Slims dan lain-lain.

Rokok berdasarkan penggunaan filter.

Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

Dilihat dari komposisinya:

Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang. Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik. Biasanya ditemukan di Asia Tenggara dan India.Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau. Adaberbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di AsiaTenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan jenis kunyah. Adalagi jenis yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap dengan hidung atau mulut.Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa buah-buahan yang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti dikafe-kafe.


Bahan kimia yang terkandung dalam rokok

Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung dalam rokok:[4]

  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks, zat ini juga dapat membuat perokok menjadi kecanduan. Nikotin berasal dari daun tembakau.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.

Meskipun demikian, hanya tar dan nikotin saja yang dicantumkan dalam bungkus rokok.

Bahaya merokok

Gangguan Kesehatan[5]

Rokok dapat membuat pecandunya menderita beragam penyakit. Berdasarkan penelitian, rokok dapat menyebabkan gangguan pernapasan, batuk kering, hingga nyeri pada paru-paru. Selain itu, rokok juga dapat menyebebkan sakit paru-paru, serangan jantung, stroke, kanker, impotensi, dan gangguan kehamilan.

Pada Bayi

Penelitian pada Fakultas Kedokteran Universitas Gajah mada menunjukkan bahwa ibu perokok aktif memiliki bayi yang paling ringan dan pendek dibandingkan ibu perokok pasif, apalagi jika dibandingkan dengan ibu bukan perokok dengan keluarga yang tidak merokok.


Ibu yang tidak merokok bisa melahirkan bayi dengan panjang mencapai 51 cm.

Sedangkan perokok pasif, panjang bayi yang dilahirkan sekitar 47 cm dan dari ibu perokok aktif melahirkan bayi dengan panjang hanya 45 cm.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ibu hamil perokok pasif memiliki risiko 20 persen lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat rendah.


"Pada ibu hamil perokok pasif, sering kali mendapat paparan asap rokok dari suaminya sendiri atau keluarga yang tinggal satu rumah," papar Agus.

Asap rokok juga diketahui membahayakan kesehatan ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

Menurut Agus, perlu penelitian lebih lanjut yang lebih luas dengan menambah subjek penelitian.


Pengeluaran Lebih

Hmmm.. seorang perokok baik secara sadar atau pun tidak akan merasakan adanya pengeluaran yang lebih boros dibandingkan pada mereka yang bukan perokok. SIlahkan anda ingat sendiri berapa banyak yang anda keluarkan untuk membeli sebungkus rokok setiap harinya. Lalu bisa anda kalikan dengan jumlah hari dalam satu bulan lalu dikalikan lagi dengan berapa jumlah bulan di dalam satu tahun. Sudah ketemu jawabannya?


Kematian Dini

Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa penyakit yang disebabkan oleh merokok dapat membuat anda lebih dini bertemu dengan AKHIRAT. Riset telah membuktikan bahwa seorang perokok memiliki rentan usia yang lebih pendek dibandingkan non perokok.


Habiskan tabungan (Milyaran) untuk rokok

Anda hanya menghitung pengeluaran untuk membeli rokok saja ? anda salah besar. Jika tidak percaya, anda bisa menunggu waktu jika terkena salah satu penyakit seperti jantung, kanker, dan paru paru berapa uang yang harus anda keluarkan ? pastinya bisa membuat harta, rumah, bahkan anak anda menderita dan miskin total. CAMKAN ITU.



Sumber : Wikipedianationalgeographic dan Halosehat

Selasa, 08 Agustus 2017

39 Bahaya Boraks Pada Makanan Bagi Kesehatan Manusia

Natrium borat atau lebih sering dikenal borak merupakan salah satu senyawa yang mudah larut dalam air.  Borak pertama kali ditemukan di Tibet, dan mulai umum digunakan diakhir abad ke-19.


Borak adalah zat kimia yang digunakan sebagai bahan pengawet. Ia berfungi untuk membunuh kuman. Borak biasanya dipakai untuk membuat campuran deterjen, salep kulit, pengawet kayu.

Borak memiliki kandungan zat beracun yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Borak yang telah dikonsumsi manusia, makan substansi zat berbahaya akan terserap oleh usus untuk kemudian menumpuk di dalam hati, ginjal, serta testis. Dan akhirnya kadar toksin yang terkumpul di dalam tubuh akan semakin tinggi.

Boraks merupakan bahan beracun bagi manusia, ia bisa diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, usus, atau testis yang berdampak dosisnya dalam tubuh semakin lama semakin tinggi. Bila konsumsi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker.

Boraks memiliki efek racun berbahaya yang dapat mengganggu sistem metabolisme dalam tubuh. Namun, bahan ini memiliki tingkat efek keracunan yang berbeda. Yang pasti adalah bahaya boraks pada makanan bagi kesehatan sangat mematikan.

Bahaya Boraks Pada Makanan Dalam Batas Normal

Mengkonsumsi boraks pada batas normal / dibawah batas normal bisa mengakibatkan efek toksinitas yang masih dapat di toleransi, seperti :

Menurunnya nafsu makan. Mengkonsumsi zat ini walaupun hanya sedikit, dapat berakibat hilangnya nafsu makan kita, walaupun terasa lapar.
Gangguan sistem pencernakan, seperti mual, muntah
Gangguan pernafasan
Gangguan pada sistem saraf pusat, seperti mudah bingung, kerontokan pada rambut, anemia (tekanan darah rendah)

Bahaya Boraks Pada Dosis Tinggi

Mengkonsumsi boraks pada dosis yang melewati batas normal, dapat berakibat fatal seperti :

Mual
Muntah-muntah
Diare
Sesak nafas
Mengalami epigastrik, yakni nyeri atau kram pada perut bagian atas
Badan terasa lemah
Mengalami perdarahan
Sakit kepala
Rusaknya ginjal
Kanke
rKematian akibat borak pada orang dewasa terjadi dalam dosis 15 – 25 gr, sedang pada anak-anak konsumsi borak dengan dosis 5 – 6 gr juga dapat berakibat kematian.

Karena borak sangat berbahaya, ada baiknya dilakukan penggantian terhadap bahan yang satu ini. Bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengganti boraks anatar lain adalah air abu, yaitu air yang didapat dari hasil pembakaran merang atau daun pisang yang telah kering yang direndam selama 2 hingga 3 hari.  Aau bisa juga dengan menggunakan air kapur sirih.

Penggunaan Borak (diluar makanan)

Bahan ini biasanya digunakan sebagai campuran deterjen, kosmetik, dan beberapa industri lainnya. Pemerintah telah menetapkan batas aman penggunaan zat ini pada makanan adalah 1gr / 1 kg bahan pangan. Akan tetapi sekarang ini banyak sekali pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang hanya memikirkan keuntungan semata, melanggar batas aman tersebut.

Boraks Dilarang Untuk Makanan

Borak sendiri termasuk zat yang tidak aman untuk dikonsumsi, untuk itu pemerintah melarang mengkonsumsi zat ini. Biasanya borak sering digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan lontong, kerupuk, mie basah, ketupat, bakso, dan beberapa jenis makanan lainnya.

Bahaya Borak Bagi Kesehatan Lainnya

Mengkonsumsi makanan yang mengandung borak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti :

gangguan otak,hati,ginjal.
Boraks  juga dapat menyebabkan demam,anuria (tidak terbentuknya urin),koma,merangsang sistem saraf pusat,depresi,apatis,
Kurangnya gairah dalam otaknya seperti kurang emosi dan cenderung
“datar”sianosis, warna kulit pucat dan kebiruan.
menurunnya tekanan darah,kerusakan ginjal,pingsan,hingga kematian.

Ciri-ciri borak :

Berbentuk kristal putih
Tidak berbau
Tidak larut dalam alkohol
Asam

Jenis Makanan Biasanya di Campur Boraks

Ada beberapa jenis makanan yang biasanya menambahkan campuran borak sebagai bahan pembuatannya, diantaranya :

Mie basah, ciri-ciri mie basah yang menggunakan campuran bahan borak adalah ia tidak lengket, tekstur kenyal, dan tidak mudah putus. Untuk itu, hati-hati bahaya mie instan cukup mematikan.
Bakso, jika kita menemukan bakso dengan tekstur yang kenyal, warnanya tidak sesuai dengan warna asli daging aslinya tetapi cenderung berwarna cerah keputih-putihan, itu menandakan bahwa makanan tersebut menggunaka borak sebagai bahan pembuatannya.Ikan dan ayam potong, ikan yang sudah diawetkan dengan borak biasanya berwarna putih, insang berwarna merah tua, tidak mudah busuk
Tahu, tahu yang memakai bahan pengawet borak biasanya akan tahan lama jika disimpan dalam lemari es sekitar 3 hingga 15 hari, serta tidak mudah hancur. Tidak heran beberapa tahu yang digoreng menjadi lebih mematikan, padahal bahaya gorengan tahu sendiri sudah cukup banyak, bagaimanan jika ditambah boraks? MATI.Kerupuk, ciri-ciri jika makanan ini mengandung barak adalah teksturnya renyah dan rasanya getir.Lontong, ciri-ciri lontong berborak adalah teksturnya kenyal, rasa getir, rasanya tajam.

Pemakaian borak untuk campuran bahan makanan merupakan tindakan yang melanggar undang-undang perlindungan konsumen.
Jadi, untuk para produsen makanan sebaiknya lebih bijak dalam memilih bahan olahan makanan yang akan dijual, agar hal tersbut tidak menimbulkan kerugian dari kedua belah pihak, pihak konsumen maupun pihak produsen sendiri. Dan untuk para konsumen, sebaiknya lebih teliti dalam memilih jajanan yang dibeli. Memang sekilas terlihat sama, untuk itu ketelitian harus diutamakan. Waspadalah.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Mengenal Dumolid, Obat Penenang yang Bisa Berakibat Fatal

Jika dulu heroin, ekstasi, dan shabu menjadi narkoba primadona di kalangan anak muda era 90-an hingga 2000-an awal, lain lagi ceritanya dengan anak-anak di zaman milenial seperti sekarang ini. Anak-anak era modern kini lebih cenderung menyalahgunakan obat-obatan yang sebetulnya bukan murni golongan narkoba. Salah satunya yang sedang naik daun adalah obat dumolid. Mereka seringnya mengonsumsi obat ini bersama dengan minuman bersoda, kopi, atau minuman energi demi menggenjot semangat, konsentrasi, dan kepercayaan diri.

Apa itu obat dumolid?

Dumolid adalah nama merek dari obat generiknitrazepam 5 mg yang termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin, obat penenang. Obat dumolid adalah salah satu pilihan obat yang paling sering diresepkan untuk terapi jangka pendek guna mengobati gangguan tidur (insomnia) parah, kejang, gangguan kecemasan, dan depresi.

Nitrazepam termasuk ke dalam psikotropika golongan IV. Obat-obat golongan psikotropika sejatinya hanya bisa dikeluarkan dengan resep dokter. Ketika seseorang tanpa resep mendapatkan dan mengonsumsi obat dumolid untuk mendapatkan efek penenangnya, penggunaan berubah menjadi penyalahgunaan.

Nitrazepam 5 mg menimbulkan perasaan tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, yang menciptakan efek ketergantungan tingkat tinggi. Sudah terbukti tidak hanya pada pasien yang diberikan resep secara ketat dan teratur, juga pada mereka yang secara ilegal menyalahgunakan obat dumolid sebagai narkotika.

Apa efeknya mengonsumsi obat dumolid tanpa resep dokter?

Meskipun obat dumolid terbukti bermanfaat untuk sejumlah kondisi medis tertentu, obat ini dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. Obat penenang bekerja langsung pada sistem saraf pusat — menghasilkan efek bius dan relaksasi otot, dan tingkat kecemasan yang lebih rendah.

Gejala yang paling sering dilaporkan setelah konsumsi obat dumolid adalah merasa lebih energik, santai, dan banyak bicara. Efek penurunan kewaspadaan dan relaksasi inilah yang dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan diri pada pengguna obat dumolid untuk membantu mereka lebih fokus menyelesaikan suatu aktivitas, misalnya berbicara di depan publik atau presentasi penting di kampus atau sekolah.

Orang yang menyalahgunakan obat dumolid memiliki persepsi bahwa mereka bahagia, fokus, dan merasa bersemangat layaknya berada di langit ke tujuh. Tapi untuk orang lain ia mungkin terlihat lesu, koordinasinya kurang, galak, dan mudah tersinggung. Orang yang menyalahgunakan obat dumolid juga mungkin memiliki memori buruk dan amnesia penuh dari beberapa peristiwa.

Obat penenang adalah obat adiktif yang berbahaya. Semakin lama Anda menggunakan obat ini, semakin Anda membutuhkannya. Semakin lama Anda menyalahgunakan obat dumolid untuk obat rekreasi tanpa adanya pendosisan ketat, tubuh akan membangun toleransi terhadap efek obat ini. Toleransi obat pada akhirnya membuat Anda jadi makin meningkatkan dosis lebih banyak lagi obat demi mencapai efek yang sama dari dosis sebelumnya. Pada akhirnya, ini berujung pada ketergantungan dan penyalahgunaan dan ketergantungan, yang sering terjadi dalam waktu 4-6 minggu setelah penggunaan pertama.

Penyalahgunaan obat dumolid jangka panjang bisa berujung fatal

Ada alasan kuat mengapa peredaran dan pendosisan obat dumolid diatur sangat ketat dalam dunia medis. Kebanyakan obat adiktif jika dikonsumsi cukup lama dapat menyebabkan depresi. Hal ini sangat umum terjadi pada obat penenang.

Semakin lama Anda menggunakan obat penenang, semakin Anda rentan mengalami kecemasan. Ini karena tubuh Anda sudah beradaptasi sepenuhnya dengan efek obat tersebut, sehingga tingkat stres dan kecemasan yang tadinya dapat ditekan secara efektif kini malah meningkat berlipat ganda, yang semakin memicu gejala depresi.

Penggunaan obat penenang juga telah lama diperdebatkan dapat mengganggu kemampuan kognitif otak untuk belajar. Tidak hanya mengganggu kemampuan pemahaman visual-spasial, kecepatan pengolahan pikiran dan persepsi juga kemampuan untuk menyerap percakapan verbal saat sedang di bawah pengaruh obat, tetapi penurunan kemampuan ini tidak sepenuhnya kembali bahkan setelah orang tersebut menarik diri dari penggunaan obat.

Salah satu gejala yang paling mengganggu dari penggunaan obat penenang jangka panjang adalah depersonalisasi. Ini berarti Anda merasa terpisah dari dunia nyata. Sulit untuk mendeskripsikan gambaran seperti apa depersonalisasi itu, kecuali jika Anda sudah pernah mengalaminya. Tetapi pada umumnya laporan dari berbagai pasien ketergantungan obat penenang sering mengatakan hal-hal seperti, “Saya tidak merasa cukup nyata,” atau, “Lengan saya tidak terasa terhubung ke tubuh saya,” atau “Ketika saya berada di sebuah kerumunan ramai, saya merasa jiwa saya terlepas dari tubuh dan saya bisa melihat diri saya dan orang-orang tersebut dari sudut pandang di luar tubuh saya.” Semua deskripsi aneh itu berarti orang tersebut mengalami depersonalisasi.

Gejala sakaw obat dumolid bisa sebabkan koma

Ketergantungan dapat mengakibatkan gejala sakau dan bahkan kejang ketika obat dihentikan tiba-tiba. Ada risiko yang signifikan dari kejang, stroke, serangan jantung, atau halusinasi jika Anda berhenti mengonsumsi dumolid secara tiba-tiba setelah begitu lama mengalami ketergantungan.

Gejala sakau dumolid bisa sangat buruk dan mengganggu. Depersonalisasi biasanya timbul lebih buruk selama periode sakau akut. Gejala sakau obat dumolid bahkan dikatakan lebih buruk dari gejala sakau heroin.

Dan ketika obat dumolid disalahgunakan bersama obat lain dan/atau diminum bersama alkohol, efeknya bisa berupa koma atau bahkan kematian.

Rabu, 26 Juli 2017

25 Dampak Negatif Akibat Pergaulan Bebas – Sisi Agama, Sosial dan Kesehatan

Akibat pergaulan bebas perlu disosialisasikan, ditekankan kepada anak remaja dan anak muda jaman sekarang. Sebagaimana telah diketahui bahwa pergaulan bebas adalah sebuah bentuk pergaulan atau tingkah laku yang melanggar norma dan merusak nama baik diri sendiri maupun keluarga. Mereka bebas, artinya menyimpang dan melewati batas-batas norma atau aturan yang seharusnya. Sehingga pergaulan bebas cenderung mendatangkan bahaya dan dampak negatif bagi orang yang melakukannya. Yang mana, sebagian besar para pelaku pergaulan bebas termasuk di Indonesia merupakan para remaja atau anak muda yang masih labil dan berusia belasan tahun hingga 20 tahun. Kaum dewasa pun ada yang melakukan pergaulan bebas meski angkanya tidak sebanyak kaum remaja. Pelaku yang berasal dari kalangan orang dewasa berusia di atas 20 tahun bahkan 30 tahun.

Ada banyak faktor mengapa kebanyakan pelaku pergaulan bebas berasal dari kalangan remaja, Terlepas dari emosinya yang masih labil remaja juga rentan untuk lepas kontrol dan tidak bisa mengendalikan diri seperti yang seharusnya. Beberapa faktor penyebab pergaulan bebas tersebut, diantaranya:

1. Faktor Agama

Faktor agama berkaitan dengan tingkat keyakinan dan iman yang dimiliki dalam diri seseorang. Yang mana, tingkat keyakinan dan iman yang dimiliki bergantung pada pengetahuan yang diketahui serta tertanam di dalam diri seseorang tersebut. Remaja dengan tingkat pengetahuan agama yang kurang kebanyakan tidak mengetahui tentang ajaran agama apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, serta hukuman apa yang setimpal dengan perbuatannya.  Remaja juga sering tergoda dengan gangguan setan (sesuai keyakinan) yang menjadi penyebab remaja selalu berpikiran buruk atau menyimpang dari ajaran agama dan terdorong untuk melakukan hal-hal yang negatif yang bertentangan dengan ajaran agama yang seharusnya.

Namun berbeda dengan remaja yang pengetahuan agamanya mencukupi sehingga banyak yang diketahuinya tentang ajaran agama. Remaja dengan pengetahuan agama yang luas dan memegang teguh ajaran agamanya memiliki resiko yang lebih kecil untuk terjebak ke dalam dunia pergaulan bebas. Hal ini dikarenakan adanya keyakinan dan iman yang kuat di dalam dirinya untuk selalu berpegang teguh pada agamanya sehingga tidak akan mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas yang melanggar dari ajaran agama yang dianutnya. Lingkungan keluargalah yang menjadi guru pertama untuk mengajarkan agama untuk anak atau kaum remaja sehingga mereka tahu secara mendalam tentng ajaran agama yang dianutnya.

2. FaktorLingkungan

Faktor lingkungan ini meliputi keluarga, teman, tetangga maupun orang lain yang tidak dikenal sekalipun dalam lingkup kehidupan. Berikut ini ada berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pergaulan anak remaja :

Keluarga. Lingkungan keluarga biasanya menjadi faktor awal yang bisa menjadi penyebab kaum remaja terjebak ke dalam pergaulan bebas, seperti perceraian orang tua (broken home) dan berbagai masalah di dalam rumah lainnya. Yang mana, biasanya menimbulkan kekecewaan dan keputusasaan sehingga mengakibatkan salah bergaul dengan hal-hal yang negatif di luar rumah.Pergaulan. Faktor berikutnya berasal dari lingkungan pergaulan meliputi teman, tetangga, dan orang di luar kalangan keluarga. Hal ini terjadi disebabkan karena salah memiliki teman dalam bergaul yang dialami remaja, di mana emosinya masih lebih mementingkan kesenangan entah yang positif maupun negatif.

3. Faktor Ilmu Pengetahuan

Tingkat ilmu pengetahuan yang dimiliki juga berpengaruh dalam menentukan pergaulan yang dijalani. Remaja dengan rasa keingintahuan yang tinggi apabila tidak diimbangi dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni biasanya akan memiliki resiko lebih besar untuk terjebak ke dalam dunia pergaulan bebas. Ilmu pengetahuan minim yang dimiliki biasanya akan memudahkan kalangan remaja untuk terjerumus dan terdorong melakukan hal-hal yang negatif. Apalagi jika hal tersebut merupakan sesuatu yang baru di dalam dunianya sehingga timbul rasa untuk mengetahui sekaligus mencobanya.

Berbeda dengan remaja yang rasa keingintahuannya tinggi dan diimbangi dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni akan memiliki resiko lebih kecil untuk terjebak ke dalam dunia pergaulan bebas. Ilmu pengetahuan mumpuni yang dimiliki biasanya akan mampu membantu remaja dalam memilah antara hal-hal yang positif dan negatif. Sehingga ia akan terhindar dari hal-hal yang negatif, meskipun hal tersebut merupakan sesuatu yang baru sekalipun.

4. Faktor Perubahan Zaman

Faktor perubahan zaman biasanya berkaitan kuat dengan berbagai hal, seperti perkembangan teknologi yang pesat dan cepat. Faktor ini juga merupakan sesuatu yang kuat dalam menjadi penyebab pergaulan bebas di kalangan remaja. Yang mana, pada zaman sekarang ini banyak sekali media seperti handphone dan internet yang semakin memudahkan semua orang dalam melakukan serta mengakses berbagai hal termasuk kalangan remaja.

Hal negatif yang merupakan bagian dari faktor penyebab pergaulan bebas misalnya adalah mudahnya mengakses dan bebasnya mengakses terhadap tayangan-tayangan yang tidak semestinya dilihat oleh kalangan remaja. Namun karena adanya rasa keingintahuan yang besar dan belum diimbangi dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni akan mengakibatkan remaja untuk tetap mengakses hal yang tidak semestinya dilihat tersebut. Oleh karena itu, faktor agama, lingkungan, dan ilmu pengetahuan yang sudah dijelaskan sebelumnya juga diperlukan untuk membentengi remaja dari pergaulan bebas pada perubahan zaman sekarang ini, terutama orang tua yang menjadi awal dunianya.

5. Sikap Mental yang Tidak Sehat

Sikap mental ini merupakan turunan dari pengetahuan yang dimiliki kalangan remaja. Yang mana, kebanyakan kaum remaja merasa berbangga diri terhadap pergaulan yang dilakukannya. Padahal pergaulan tersebut bukanlah pergaulan yang semestinya, tetapi mereka kurang bahkan tidak mampu memahami karena daya pemahaman yang lemah.

Hal ini disebabkan oleh ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosi, seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya karena perilaku dan tindakan keluarga khususnya orang tua yang acuh tak acuh, menghukum, menolak maupun memaksakan kehendak. Apalagi dengan mengajarkan sesuatu yang salah karena tidak dibekali ilmu (agama dan umum) yang kuat bagi anaknya. Sedemikian sehingga ia akan merasa tidak nyaman dengan hidup yang dijalani dan menjadi pintu awal untuk terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas.

6. Kegagalan Menyerap Norma

Faktor penyebab yang satu ini bisa saja terjadi karena adanya pergeseran norma-norma yang sudah pudar dan termakan modernisasi zaman, di mana sudah kalah dengan budaya kebarat-baratan atau westernisasi. Sehingga norma-norma sudah kehilangan esensi dan kandungan yang seharusnya untuk diserap, lalu diterapkan oleh siapapun terutama kalangan remaja.

7. Pelampiasan Rasa Kecewa

Pelampisan kekecewaan ini biasanya dialami ketika adanya tekanan dari berbagai aspek, seperti keluarga yang terlalu otoriter (memaksakan) maupun membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terkait prestasi dan semacamnya, lingkungan masyarakat yang memberikan suatu masalah dalam sosialisasi, sehingga menyebabkan remaja menjadi labil dalam hal pengontrolan emosinya. Mereka akan mencari suatu pelampisan untuk bisa menghilangkan semuanya tanpa mempedulikan hal positif dan negatifnya, dalam artian sangat rentan terpengaruh akan hal-hal yang negatif, salah satunya ialah pergaulan bebas.

Sehingga dari berbagai faktor penyebab yang telah disebutkan dan dijelaskan dapat diketahui bahwa pergaulan bebas pasti memiliki dampak negatif dan bahaya yang bisa muncul pada para pelakunya, yang sebagian besar merupakan kalangan remaja termasuk di Indonesia. Ada berbagai dampak negatif dan bahaya yang bisa saja timbul akibat pergaulan bebas bagi yang sebagian besar merupakan kalangan remaja, diantaranya adalah berikut ini:

Segi Agama

Dampak negatif dan bahaya yang satu ini muncul terkait dengan kewajibannya sebagai makhluk yang memiliki Tuhan dan beriman dari pelaku pergaulan bebas. Adapun dampak negatif dan bahaya tersebut, diantaranya:

Malas Untuk Beribadah

Seseorang, baik remaja maupun orang dewasa, yang sudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas biasanya akan semakin malas untuk melakukan peribadahan kepada Tuhan. Hal ini dikarenakan mereka sudah terpedaya untuk melakukan hal-hal yang negatif dalam dunia pergaulan bebas, yang membuatnya lupa untuk melaksanakan kewajibannya sebagai makhluk beragama yang percaya kepada adanya Tuhan sebagai Sang Pencipta bagi dirinya sendiri, alam semesta, dan seluruh isinya.

Berkurangnya Keyakinan Dan Iman

Rasa malas melakukan peribadahan kepada Tuhan sebagaimana telah dijelaskan merupakan suatu indikator terhadap berkurangnya keyakinan pada agama yang dianut dan iman pada Tuhan yang ada di dalam diri seseorang. Hal inilah yang menjadi salah satu dampak negatif dan bahaya yang ditimbulkan apabila seseorang telah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, terutama kalangan remaja yang masih labil dan belum mampu mengontrol emosinya.

Menambah dosa

Menambah dosa juga merupakan salah satu akibat dari pergaulan bebas yang merupakan imbas dari malasnya melakukan peribadahan dan keyakinan iman kepada Tuhan dan agama-Nya. Sebagaimana kita tahu bahwa tindakan pergaulan bebas selalu negatif dan bertentangan dengan ajaran agama sehingga apabila dilakukan akan menyebabkan dosa bagi pelakunya.

Meskipun telah diketahui bahwa masalah dosa adalah urusan Tuhan, tetapi kita harusnya sadar kalau sesuatu negatif yang dilakukan di dalam pergaulan bebas pastilah bertentangan dengan ajaran agama sehingga apabila dilakukan akan menimbulkan dosa dan kelak (ketika umur telah usai) harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Segi Psikologis dan Perilaku Diri

Dampak negatif dan bahaya yang satu ini terkait dengan kepribadian yang menyangkut perilaku dan sikap dari pelaku pergaulan bebas. Adapun dampak negatif dan bahaya tersebut, diantaranya:

Mental yang Tidak Stabil

Mental yang tidak stabil timbul karena seseorang yang telah terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Mereka biasanya mengalami masalah dalam hal pengontrolan emosi. Dalam artian mental yang tidak stabil bisa dikatakan sebagai emosi yang tidak stabil atau tidak terkendali di dalam diri. Sehingga bisa dipastikan pula bahwa seseorang yang telah terjerumus ke dalam pergaulan bebas memiliki sifat yang mudah tersinggung dan marah, bahkan terhadap sesuatu yang sifatnya sepele sekalipun.

Selain itu, mereka juga cenderung memiliki sikap yang tidak sabaran, sering gelisah, selalu ingin melawan atau egois, terobsesi untuk menunjukkan eksistensi dan kebanggaan diri dengan berbagai cara walaupun yang dipilihnya adalah cara yang salah sekalipun.

Munculnya Sikap Hedonisme

Sikap hedonisme merupakan dampak yang juga bisa muncul akibat pergaulan bebas, yaitu lebih mementingkan kesenangan duniawi daripada kepentingan akhirat ( kehidupan setelah mati yang berujung pada surga atau neraka). Hal ini merupakan cerminan perilakunya yang malas melakukan peribadahan kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

Memunculkan Sifat Munafik Dan Tidak Jujur

Sifat munafik ini muncul lagi-lagi sebagai cerminan dari rasa malas dalam melakukan peribadahan kepada Tuhan. Yang mana, seseorang yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas sebenarnya tahu bahwa Tuhan serta ajaran-Nya itu mutlak ada dan harus dilakukan. Namun karena sifat munafik yang muncul menyebabkan mereka ingkar dan enggan melakukan kewajibannya sebagai makhluk yang memiliki Tuhan dan agama. Padahal jelas-jelas mereka telah mengakui bahwa memiliki agama yang dianut serta Tuhan yang dipercayai keberadaan-Nya. Hal itu merupakan sifat yang tidak jujur, bukan hanya terhadap dirinya sendiri namun juga terhadap Tuhan dan agama-Nya. Dan dapat pula dikatakan bahwa orang yang terjebak ke dalam pergaulan bebas cenderung menjadi pembohong sehingga mereka susah untuk dipercaya.

Suka Foya-foya

Kebiasaan berfoya-foya juga merupakan akibat yang disebabkan dari seseorang yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Hal ini dikarenakan para pelaku pergaulan bebas cenderung atau identik memiliki kebiasaan, seperti dugem, mengkonsumsi minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba), dan berbagai hal lainnya yang menguras harta benda bahkan melakukan hubungan di luar nikah (free sex).

Melakukan tindak kriminalitas

Tindakan ini muncul sebagai salah satu akibat dari kebiasaannya dalam berfoya-foya tidak bisa terpenuhi. Sehingga pelaku pergaulan bebas akan melakukan apa saja agar bisa memenuhi kebiasaannya untuk berfoya-foya, seperti mengkonsumsi minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba), dugem, dan berbagai hal lainnya yang menguras harta benda bahkan melakukan hubungan di luar nikah (free sex). Tak jarang pelaku pergaulan bebas melakukan berbagai tindak kriminalitas sebagaimana diberitakan di koran maupun ditayangkan di televisi, seperti pencurian, melakukan jual-beli barang terlarang (narkoba) bahkan perampokan yang disertai pembunuhan pada korbannya atau lebih dikenal dengan istilah pembegalan.

Segi Kesehatan

Dampak negatif dan bahaya akibat pergaulan bebas dari segi kesehatan sangat menakutkan. Akibat yang satu ini muncul terkait dengan kebiasaan yang dilakukan oleh pelaku pergaulan bebas dalam berfoya-foya, seperti dugem, mengkonsumsi minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba) serta melakukan hubungan di luar nikah (free sex). Adapun dampak negatif dan bahaya tersebut, diantaranya:

Rentan Terserang Penyakit Ringan

Rentan terserang penyakit ringan di sini ialah penyakit umum yang mungkin bisa menyerang siapapun. Penyakit ringan itu misalnya flu  dan juga batuk  akibat dari lemahnya daya tahan tubuh. Dalam kasus ini, para pelaku pergaulan bebas akan rentan terserang penyakit akibat kebiasaan buruknya seperti dugem yang dilakukannya akan mempengaruhi daya tahan tubuh karena dugem biasanya dilakukan dari malam hari hingga pagi hari. Kebiasaan ini biasanya sudah menjadi tren remaja masa kini, apalagi di wilayah kota-kota besar, seperti Surabaya, Bandung, Bali, dan ibukota Jakarta. Meskipun di kota-kota lainnya sebenarnya juga pasti ada.

Baca : Ciri ciri flu – Gejala flu  – Penyebab flu  – Obat batuk  – Cara mencegah batuk pada anak 

Menderita HIV/AIDS 

Penyakit ini timbul pada pelaku pergaulan bebas yang biasa melakukan hubungan di luar nikah (free sex) dengan berganti-ganti pasangan, terutama di kalangan remaja. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Pakar Seks sekaligus spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. Boyke Dian Nugraha di ibukota Jakarta mengatakan bahwa data remaja yang melakukan seks meningkat setiap tahunnya.

Bahkan berdasarkan penelitian lain juga menyebutkan bahwa sekitar 20 hingga 30 persen remaja di Indonesia mengaku sudah pernah melakukan hubungan di luar nikah. Kebiasaan tersebut biasanya dilakukan di asrama, kos-kosan maupun hotel. Parahnya, hubungan di luar nikah tersebut terus terjadi di kota-kota besar dan sudah menjadi kebiasaan yang dianggap wajar. Ironis memang mengingat para remaja sejatinya merupakan penerus bangsa yang amat dinanti-nanti kontribusinya di masa depan.

Oleh karena itu, tak heran bahwa salah satu dampak yang mungkin muncul dari pergaulan bebas atau hubungan di luar nikah adalah menjangkitnya penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini berhubungan dengan sistem imun penderitanya dan sangat menular melalui hubungan seksual. Kebanyakan penderitanya berujung dengan kematian sebab penderita HIV atau AIDS tidak memiliki sistem imun lagi dimana sistem imun itu berfungsi untuk meyembuhkan diri dari penyakit.

Baca : Ciri ciri HIV AIDS  – Pantangan penderita AIDS  –Bahaya HIV AIDS  – Cara mengobati HIV AIDS – Gejala HIV AIDS 

Kanker Pada Alat Reproduksi

Kasus ini umumnya menyerang kaum perempuan, di mana penyakit kanker yang beresiko tinggi menyerang remaja perempuan di bawah usia 17 tahun yang biasa melakukan hubungan di luar nikah secara bebas, apalagi bila sering berganti-ganti pasangan. Resiko perempuan yang melakukaqn pergaulan bebas rentan terkena kanker serviks dan kanker rahim.

Resiko parah lainnya akibat pergaulan bebas ialah kemandulan ( fertilitas ), perempuan mengalami mengalami sobek pada rahim (uterine perforation), dan kerusakan leher rahim (cervical lacerations), beresiko melahirkan anak cacat sebab rahim yang bermasalah, infeksi pada lapisan rahim (endometriosis) dan rentan terkena radang panggul. Kesemuanya itu sungguh sangat merugikan bagi kaum perempuan. Kaum perempuan lah yang nantinya dirugikan akibar pergaulan bebas tersebut.

Baca : Cara menjaga kesehatan organ reproduksi 

Menyebabkan Kanker Hati dan Gangguan Liver

Penyakit yang satu ini bisa terjadi karena pergaulan bebas berupa sering mengkonsumsi minuman beralkohol maupun obat-obatan terlarang (narkoba). Alkohol yang dikonsumsi akan menyebabkan kaker hati dan penurunan fungsi hati. Sehingga hati bisa saja kehilangan fungsinya yang amat vital bagi tubuh, terutama dalam hal menyerap kandungan racun yang ada di dalam tubuh.

Baca : Cara menjaga kesehatan hati  – Gejala sirosis hati– Ciri ciri fatty liver 

Kanker Payudara

Penyakit ini lagi-lagi menyerang pada perempuan, di mana yang menjadi penyebabnya adalah terjadinya ketidak seimbangan estrogen. Penyembuhan untuk kanker inipun biasanya akan dilakukan pengangkatan terhadap payudara yang terjangkit kanker. Sehingga efek sampingnya adalah kurangnya rasa percaya diri pada perempuan yang telah diangkat payudaranya demi menghilangkan kanker tersebut. Kanker ini merupakan pembunuh kaum perempuan nomor dua setelah kanker serviks.

Baca : Cara menjaga kesehatan payudara 

Maraknya Tindakan Aborsi

Tindakan ini juga merupakan akibat terjadinya pergaulan bebas akibat hubungan di luar nikah terutama di kalangan remaja. Hal ini terjadi karena adanya kehamilan yang tidak diinginkan pasca terjadinya hubungan intim (seks). Di samping itu, tindakan aborsi juga memiliki dampak negatif dan bahaya, seperti gangguan kesuburan (fertilitas), kanker rahim, cacat permanen, pendarahan bahkan berujung pada kematian.

Sakau

Sakau merupakan keadaan cemas, gemetar bahkan kejang-kejang akibat kebiasaan atau ketergantungan mengkonsumsi obat-obtan terlarang yang ada di dunia pergaulan bebas. Obat obatan itu seperti narkoba, heroin, sabu-sabu, dan lainnya. Keadaan sakau ini biasanya terjadi tatkala keinginan untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut tidak terpenuhi.

Baca : Cara menghindari narkoba  – Bahaya narkoba 

Segi Pendidikan

Dampak negatif dan bahaya ini muncul terkait dengan perilaku serta kondisi pendidikan (sekolah) yang sedang ditempuh oleh para pelaku pergaulan bebas. Adapun dampak negatif dan bahayanya adalah berikut ini:

Malas belajar

Malas belajar merupakan dampak pertama yang muncul dalam kalangan para remaja (pelajar) yang terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas. Yang mana, mereka sudah terlalu asyik di dalam dunia pergaulan bebas sehingga enggan untuk belajar. Apalagi bila hal yang harus dipelajari adalah materi yang tidak disukai.

Menurunnya Prestasi Akademik

Menurunnya prestasi atau menurunnua nilai akademik bagi para remaj yang terjerumus dalam dunia pergaulan bebas adalah akibat kebiasaan malas untuk belajar. Kemalasan ini muncul karena mereka terlalu asyik dengan dunia pergaulan bebasnya dibandingkan kewajibannya belajar sebagai pelajar. Sehingga tidak mengherankan apabila kelakukan malas belajar berimbas pada turunnya prestasi atau nilai akademik yang didapatkan.

Malas Bersekolah

Malas bersekolah juga bisa saja terjadi pada kalangan remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Malas bersekolah ini merupakan puncak akibat masalah lainnya yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu malas belajar dan menurunnya prestasi atau nilai akademik yang diperoleh. Celakanya lagi, meskipun pada awalnya telah pamit untuk berangkat ke sekolah, namun pada akhirnya memutuskan untuk membolos sekolah.

Memudarnya Ilmu Pengetahuan

Apabila para remaja sudah terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas akan mengakibatkan malas belajar, menurunnya prestasi (nilai), dan malas sekolah. Maka sudah dapat dipastikan bahwa ilmu pengetahuan yang telah dipelajari dan dipahami sebelumnya akan memudar. Bahkan efek terberatnya ialah lupa terhadap ilmu-ilmu yang sudah dipelajari.

Segi Kehidupan Keluarga dan Masyarakat

Dampak negatif dan bahaya yang satu ini muncul terkait dengan interaksi yang dilakukan oleh para pelaku pergaulan bebas dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Adapun dampak negatif dan bahaya tersebut, diantaranya:

Jarang Berkomunikasi dan Hubungan Yang Renggang

Dampak dan bahaya pertama yang mungkin saja muncul dalam sisi keluarga dan masyarakat akibat pergaulan bebas adalah komunikasi dan hubungan yang semakin jarang nan renggang. Hal ini terjadi karena para pelaku pergaulan bebas cenderung menjaga jarak dan enggan berkomunikasi dengan siapapun sehingga tak heran apabila komunikasi dan hubungan dengan keluarga dan masyarakat akan semakin jarang dan renggang.

Munculnya Perselingkuhan

Ini adalah salah dampak yang bisa saja muncul dalam kasus orang dewasa yang sudah menikah. Hal ini bisa saja terjadi karena orang dewasa juga memiliki kemungkinan untuk bisa terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas. Berbagai faktor yang bisanya menjadi penyebab utama pada poin ini adalah kondisi rumah tangga bersama pasangan yang kurang nyaman dan baik. Terutama dalam hal seksualitas dan diperparah dengan komunikasi yang buruk. Dalam kasus ini, baik wanita maupun pria memiliki persentase yang sama, yaitu 50:50 dalam melakukan hubungan perselingkuhan. Baik pria maupun wanita yang hubungan rumah tangganya buruk akan terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang bertajuk perselingkuhan. Bagi pria maupun wanita juga tidak jarang melampiaskannya pada PSK atau gigolo.

Melanggar Norma-Norma Masyarakat

Adanya pergaulan bebas di dalam dunia para remaja biasanya akan menimbulkan berbagai pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, seperti mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang di sembarang tempat. Meskipun pada hakikatnya norma-norma tersebut tidaklah tertulis namun apabila perbuatan tersebut dilakukan sebagaimana yang telah dijelaskan, maka sudah barang tentu bahwa mereka melanggar etika kehormatan di dalam masyarakat. Selain itu, tak jarang bahwa kebiasaan-kebiasaan para pelaku pergaulan bebas tersebut membuat malu dan resah masyarakat, yang mana oleh masyarakat lain dipandang sebagai daerah yang tidak arif dan kurang baik tingkah lakunya.

Kurangnya Rasa Percaya Diri

Salah satu akibat yang muncul bagi para pelaku pergaulan bebas dalam masyarakat adalah mereka kurang memiliki rasa percaya diri untuk tampil di hadapan umum. Oleh karena itu, kebanyakan pelaku pergaulan bebas tak banyak melakukan pergerakan di tengah-tengah masyarakat dan lebih memilih untuk menyendiri serta menjauh dari keramaian karena kurangnya rasa percaya diri yang dimilikinya.

Salah satu contoh kurangnya rasa percaya diri untuk muncul bagi para pelaku pergaulan bebas karena menderita penyakit HIV/AIDS. Selain karena merupakan penyakit yang menular, para penderita HIV/AIDS memang secara fisik, mental, dan psikologis mengalami krisis kepercayaan diri terhadap keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat. Sehingga mereka lebih memilih untuk sendiri dan bersikap tertutup.

Catatan Penting

Banyak sekali dampak negatif dan bahaya yang ditimbulkan akibat adanya pergaulan bebas yang secara keseluruhan menjangkit kalangan remaja daripada orang dewasa.
Bergaul dalam dinamika kehidupan memang diperlukan terlebih sebagai makhluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri, namun sudah seyogyanya dilakukan dalam batas yang wajar, hal yang positif, dan tidak berlebihan tentunya.
Pintar-pintarlah dalam memilih dunia pergaulan agar tidak terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas yang serba negatif dan tidak baik dari berbagai sisi kehidupan.
Diperlukan keseimbangan antara rasa ingin tahu yang dimiliki khususnya oleh para remaja dan ilmu pengetahuan yang dipelajari serta dipahami untuk bisa menjawab rasa keingintahuan tersebut.

Meskipun peringatan ini sejatinya untuk anak remaja namun faktanya orang-orang dewasa pun juga harus diperingatkan kembali akan akibat pergaulan bebas. Hanya saja para remaja memang sangat ditekankan agar mampu menghindari pergaulan bebas karena kondisi mental yang masih labil, emosi yang belum terkendali secara sempurna, dan pemikiran serta pengambilan keputusan yang sering kali goyah dan kurang matang. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah matang di segala hal termasuk emosi dan pemikiran.