config

Sabtu, 16 April 2016

BANK MASIH WASPADA TENTANG BITCOIN, DAN MASIH MEMPENGARUHI BISNIS YANG BERDASARKAN BITCOIN

Bank terancam oleh bitcoin dan pada saat yang sama, mereka mengeksplorasi cara untuk mengintegrasikan teknologi bitcoin ke dalam sistem operasi mereka.
Dalam dunia perbankan, bank diibaratkan ingin mempunyai sebuah kue dan mereka juga ingin memakannya juga. Di satu sisi lain, semua bank internasional besar mempunyai keinginan menggabungkan teknologi blockchain ke dalam sistem operasi mereka sedangkan, di sisi lain, mereka tidak begitu bersemangat untuk menawarkan layanan perbankan untuk perusahaan Bitcoin.
Bitcoin telah memamerkan pertumbuhannya yang kuat sejak tahun 2013. Mata uang digital telah ada selama 7 tahun, karena pertumbuhannya yang cepat bitcoin mendapat perhatian semua orang. Pertumbuhan penerapan bitcoin juga terlihat di banyak startups yang menawarkan inovasi layanan yang berbasis bitcoin di bidang jasa keuangan. Layanan ini jauh lebih murah dan lebih efisien daripada jasa keuangan konvensional. Selain layanan keuangan seperti remittance dan transfer dana, bitcoin dikombinasikan dengan teknologi blockchain yang mendasarinya juga mulai mendapatkan pijakan di sektor fintech.
BANK MENJAGA JARAK MEREKA DARI BITCOIN
Potensi bitcoin dalam aplikasi perbankan dan fintech telah memberikan ancaman bagi lembaga keuangan dan perbankan. Perbankan dan sektor fintech masih tergantung pada sistem terdahulu dan teknologi bitcoin adalah sesuatu yang benar-benar baru bagi mereka. Permusuhan terhadap bitcoin dan perusahaan berbasis bitcoin ini terutama disebabkan alasan berikut ini
• Bitcoin adalah mata uang virtual yang terpusat. Artinya, tidak ada otoritas sentral yang dapat mendikte istilah pada mata uang. Dengan kata lain, jika bitcoin diterima secara luas, bank hampir tidak memiliki kontrol atas ekonomi bitcoin-driven.
• Bitcoin menjadi populer setelah penggunaannya yang luas di pasar yang berbasis web seperti Silk Road. Awalnya, transaksi bitcoin dianggap anonim sehingga mata uang ini dipakai dalam kegiatan transaksi narkoba. Masalah anonimitas ini kemudian telah dibuktikan bahwa mata uang digital ini tidak sepenuhnya anonim seperti dugaan awal. Transaksi Bitcoin termasuk transaksi pseudonim yang terbaik. Namun bitcoin masih terus menjadi mata uang pilihan bagi para penjahat dan hacker. Ada berbagai kejadian di mana pemeras, hacker, dan penculik menuntut uang tebusan menggunakan bitcoin. Serangan bitcoin ransomware masih terus mempengaruhi komputer di seluruh dunia. Ketenaran dari Bitcoin dikombinasikan dengan berbagai peraturan perbankan yang ketat mengharuskan bank untuk melaporkan dana yang diperoleh secara ilegal bertindak sebagai faktor yang merugikan pihak lain. Hal ini hampir tidak mungkin bagi bank-bank untuk menentukan apakah dana yang terhubung ke bitcoin secara hukum diperolehkan atau tidak. Untuk berada di sisi yang lebih aman, mereka cenderung menjauhkan diri dari bisnis yang terhubung pada mata uang digital.
• Tidak adanya peraturan di barbagai negara adalah alasan lain bagi bank untuk melabuhkan rasa permusuhan terhadap bisnis Bitcoin terkait.
• Dengan negara dan bank sentral yang telah mengakui bitcoin sebagai instrumen keuangan dalam beberapa hari terakhir ini, peraturan bitcoin mulai bermunculan. Setelah peraturan bitcoin itu berlaku, bitcoin akan mendapatkan status hukum, yang dapat mempengaruhi bank-bank.
Bank juga menyadari bahwa bitcoin ada di sini dan mereka telah mengacuhkannya bersama dengan teknologi blockchain dalam waktu yang lama. Sekarang mereka takut, mereka akan binasa jika mereka tidak meng-upgrade layanan mereka dan mencocokkan sistemnya dengan Bitcoin. Jadi mereka sekarang berinvestasi dalam penerapan teknologi itu sendiri, minus bagi bitcoin itu sendiri.
Sampai saat ini, bitcoin memiliki beberapa pathner bank yang terbuka untuk Bitcoin sedangkan sisanya terus mencari cara untuk mengubur mata uang digital sembari merangkul teknologi yang telah menggantikan keberadaannya itu.

Lihat Juga Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin

Inilah kelebihan dan kekurangan Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang virtual atau digital yang ada di dunia maya, dan dapat digunakan untuk membeli barang ditoko online yang menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Uang digital ini menggunakan algoritma rahasia yang hanya diketahui oleh segelintir peretas. Uang ini bisa digunakan untuk transaksi jual-beli lewat komputer atau gadget, seperti ponsel dan tablet. Uang Bitcoin akan tersimpan dalam bentuk dompet digital, yang berfungsi sebagai akun bank online anda.
Apa saja kelebihan Bitcoin?
Terdapat banyak kelebihan penggunaan BitCoin sebagai pengganti transaksi uang online. BitCoin adalah kurs global, artinya BitCoin tidak dimiliki oleh negara manapun, menjadikannya dapat dengan mudah digunakan dimanapun di seluruh dunia. Hal ini membuat transaksi internasional menjadi lebih mudah karena tidak ada lagi pembahasan mengenai pembayaran akan digunakan mengikuti kurs negara mana dan tentunya harga tidak dipengaruhi oleh kurs mata uang negara.
Keuntungan menggunakan BitCoin lainnya adalah kursnya tidak dikendalikan oleh bank nasional atau badan negara lainnya. Artinya, kurs BitCoin tidak terpengaruh kondisi ekonomi negara manapun, sama seperti emas atau minyak bumi.
Selanjutnya, karena tidak ada perantara saat transaksi sehingga tidak diperlukan biaya atau ongkos apapun. Mungkin ada perubahan nantinya berdasarkan cara pengelolaan kurs, tapi sepertinya tidak terlalu banyak berubah dari yang ada sekarang ini.
Kemudian, BitCoin yang kamu punya disimpan di pada file wallet komputer, sehingga kamu dapat mengontrol keuangan kamu sendiri. BitCoin tidak disimpan pada akun yang sewaktu-waktu bisa dibekukan. Selain itu, kamu juga tidak perlu khawatir akan batasan transaksi atau batasan lainnya seperti yang biasa ditemui di perbankan.
1. Dalam transaksi Bitcoin, tidak ada nomor kartu kredit yang bisa dikumpulkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 
2. Dengan bitcoin dimungkinkan melakukan transaksi anonim atau tanpa mengungkapkan identitas anda sama sekali. Di dompet bitcoin tidak ada nama pemilik atau informasi apapun yang bisa diketahui oleh merchant ataupun orang lain. Hal ini sangat berbeda dengan transaksi online konvensional seperti transfer bank yang membutuhkan nama lengkap dan identitas pendukung.
3. Metode Pembayaran Global yang Efisien. Bitcoin dapat ditransfer dari Indonesia ke Canada dalam waktu 10 menit. Tidak ada bank yang memperlambat prosesnya, tidak ada biaya yang mahal, tidak ada pembekuan dana, tidak akan ada yang bertanya dari mana uang berasal dan apa tujuan transaksi. Dengan menggunakan Bitcoin, transfer lintas benua sama mudahnya seperti melakukan transaksi dengan tetangga sebelah anda.
4. Keamanan dan kendali atas uang Bitcoin, ada ditangan anda. Transaksi Bitcoin diamankan oleh kriptografi tingkat militer. Tidak seorang pun yang bisa menggunakan uang anda atau melakukan pembayaran atas nama anda. Selama anda melindungi dompet anda, Bitcoin dapat memberikan kendali penuh atas uang anda dan tingkat proteksi yang kuat terhadap banyak jenis penipuan.
5. Asalkan ada internet, anda dapat melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja di dunia ini, dengan menggunakan tablet, handphone, atau komputer. Bitcoin juga tidak mengenal hari libur atau cuti bersama. Mau jam berapa saja, hari apa saja transaksi dapat dilakukan.
Apa saja kekurangan Bitcoin?
Tentu saja, BitCoin juga punya kekurangan. Pelajari terlebih dahulu mengenai hal ini sebelum menggunakan BitCoin.Pertama, kamu tidak akan mendapat bunga dalam bentuk apapun karena BitCoin adalah uang tunai yang kamu simpan sendiri. Sama seperit menyimpan uang di dalam dompet. Hal ini mungkin lebih dipermasalahkan oleh merchant yang melakukan jual beli BitCoin karena tentunya nilai bunga akan sangat berarti untuk keuntungan mereka.
1. Bitcoin berpotensi hilang dari dompet digital anda, jika komputer anda terserang virus atau terjadi pencurian password.
-Kekurangan menggunakan BitCoin lainnya adalah sama seperti uang tunai, yaitu adanya kemungkinan hilang atau dicuri. BitCoin disimpan dalam file wallet dan rentan untuk dihack atau dicuri melalui malware dan virus. Selain itu, ada juga kemungkinan file rusak atau kerusakan hard drive hingga file terhapus tanpa sengaja.
2. Bitcoin adalah mata uang yang tidak tercatat atau dikontrol oleh sebuah lembaga yang berwenang seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau Bank Indonesia, dimana lembaga otoritas ini berfungsi mengelola kebijakan moneter nasional, mengawasi bank, memelihara stabilitas sistem keuangan, dan menyediakan jasa keuangan kepada lembaga penyimpanan. Sehingga tidak ada jaminan atas uang anda.
-Permasalahan lainnya, uang dikirimkan secara peer-to-peer. Memang ada kemungkinan dibuatnya sistem transaksi yang lebih kompleks, karena sistem yang terlalu sederhana ini rentan keamanannya. Setiap transaksi yang dilakukan tidak bisa ditarik kembali, sehingga merupakan kesempatan bagi para penipu. Tidak ada perlindungan atau jaminan. Tidak ada tempat pengaduan layanan seperti yang disediakan bank atau perusahaan kartu kredit.
3. Bitcoin dirancang untuk menjadi mata uang digital bukan fisik, dan hanya bisa digunakan pada toko-toko tertentu saja yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Bitcoin tidak dapat digunakan ditoko kelontong atau sepatu dekat rumah anda. 
4. Hanya orang yang melek teknologi saja yang bisa menggunakan Bitcoin.
5. Transaksi Bitcoin dapat memakan waktu selama 10 menit untuk konfirmasi. Transaksi hanya dapat dikembalikan atau dibatalkan oleh penerima Bitcoin. Sedangkan pada mata uang konvensional, transaksi debit atau kredit dikonfirmasi hanya dalam hitungan detik. Transaksi tertentu juga dapat dikembalikan atau dibatalkan oleh sipengirim dengan alasan yang sah.
6. Bitcoin tidak diasuransikan.

Sabtu, 09 April 2016

Marah-marah di Facebook, Pantaskah?

Siapa yang tak mengenal facebook? Di zaman yang serba “internet” ini, semua orang pasti mengenal facebook. Demam facebook melanda seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak, remaja bahkan sampai orang tua. Apa-apa di facebook. Narsis-narsisan sama teman-teman ataupun tiap ada foto baru, pasti langsung di Upload ke facebook. Wajar.. itu jelas adalah hak semua orang.
Ketika pertama sekali anda log in di facebook, apa yang anda lakukan? Update status, kan? Biasanya situasi dan kondisi a.k.a mood kita berpengaruh besar ketika ingin menuliskan status.
Beragam status facebook dari mulai status bahagia, sedih, galau, sakit hati, sampai marah-marah tersaji dengan rapi di Home facebook. Saya sendiri sih ngerasa biasa aja waktu ngeliatnya. Tapi rada jengah juga kalau baca status yang isinya marah-marah
Misalnya Waktu kita lagi sama pacar pastinge-update status yang bahagia, misalnya bilang gini “ I’m Lucky To Have U, Darling ”. Nah, waktu lagi sedih karena ada masalah sama pacar, update status juga “hiks.. aku sedih nih, dia ‘gak ngertiin aku”. Gimana waktu lagi berantem, update status juga. “Ih,,, palak kali lah aku nengok kau, semoga kau nyesal udah nyakitin aku, dasar pacar tegaan kali”.
Sama teman pun begitu. Kalau lagi senang atau sedih karena teman gak ada bedanya juga dengan pacar. Tapi waktu lagi berantem atau lagi gak suka ngeliat seorang teman, marah-marahnya di update terus.
Kemarin saya sempat melihat status pacarnya teman yang ada di Home facebook saya. Waduh… kaget-kaget saya waktu lihatnya. Disitu Risa (bukan nama sebenarnya) menuliskan status yang berisikan amarahnya pada seseorang. “udah, sini kalian, mumpung aku lagi pengen marah-marah nih.”
Lalu saya menanyakan pada sang teman, “Zaki, pacarmu kenapa? Kok marah-marah gitu di status facebooknya?”. Zaki pun berkata ,"udah biasa dia kek gitu, dia pun emosian orangnya, udah sering aku nasehatin, tapi ya dia ulangi lagi”.
Sayapun berkata, “bikin malu zak, status itu ibarat lidah kita yang gak bertulang ini, kalo kita marah-marah gitu udah pasti dilihat orang kan? Tanpa sadar orang udah menilai kita loh”. “iya, da nanti aku nasehatin lagi, aku pun ‘gak suka litanya”, tambahnya.
Memang benar itu adalah facebook milik pribadi. Hak masing-masing pribadi donk mau ngapain aja. Nah,, facebook ini media sosial kan? Di dalam facebook kita pribadi, kita pasti sudah meng-add banyak orang selain teman nyata yang sudah jelas tahu diri kita, pasti ada juga teman maya yang ‘gak tau kita. Bila status kita yang marah-marah, otomatis kita membiarkan teman kita menilai pribadi kita. Bisa saja sang teman berasumsi negative tentang diri kita. Gak enak kan? Masa’ teman yang ‘gak kenal aja udah langsung menilai kepribadian kita?
Jika kita memang sedang ada masalah dengan seseorang, selesaikan langsung dengan orang yang bersangkutan, ada baiknya kita cukup mengirimi dia pesan di Inbox facebooknya, Jadi kita gak perlu bekoar-koar dan menunjukkan “taring” kita ke seantero jagad facebook ini. Atau kalau tetap pengen update status, langsung aja di tag namanya. Bisa juga kirimin dia satu video juga jangan lupa tag namanya. Langsung tertuju ke dianya.
Kalau sekiranya kita tidak punya status bahagia dan lucu-lucu yang dapat kita bagikan kepada teman facebook, status sedih dan galau tentang diri kitapun tak apalah di update daripada kotak statusnya kosong. Asal jangan status yang isinya penuh amarah, apalagi memaki-maki seseorang. Status facebook ini bisa menjadi duplikat diri kita, loh…
Coba masing-masing kita mengingat suatu pepatah, mulutmu harimaumu, kan? Nah.. begitu juga di facebook. Ada baiknya, Komunikasi yang kita lakukan di facebook dapat lebih terarah supaya orang lain tidak sembarangan menilai diri kita. Kalau kita update status yang berisi marah-marah, dengan sendirinya kita membiarkan citra diri kita dipandang jelek oleh orang banyak. Kembali lagi ke tujuan awal facebook dimana kita berinteraksi dengan tentunya diberi batasan bahasa tulisan yang layak dibaca oleh semua orang.

Alasan-alasan Orang Diblokir di Facebook

Suatu ketika, Anti (bukan nama sebenarnya) merasa heran kenapa dia tak lagi mendapati status-status sahabatnya, Mira, di news feed atau beranda Facebook-nya. Lebih aneh lagi, dalam sebuah deretan komen pada status seorang teman, Anti melihat orang-orang menanggapi komen Mira, tapi dia sendiri tidak melihat ada komen Mira di status itu. Baru ngeh dan sadar dia, bahwa Mira telah mem-block/memblokirnya. Diblokir Mira, artinya tak ada lagi Anti di dunia perfacebookan Mira. Sebaliknya, tak ada lagi Mira di jagat perfacebookan Anti. Salah satu menjatuhkan pilihan "blokir", maka otomatis mereka berdua memang tak bisa saling melihat. Well... memblokir sah-sah saja dilakukan seorang pemilik akun di Facebook. Fitur ini memang sengaja disediakan mas Mark Zuckenberg, untuk tujuan kenyamanan bagi pemilik akun dalam berjejaring sosial. Namun tak bisa dipingkiri, aksi blokir ini acapkali hal ini membuat kecewa pihak yang diblokir. Blokir beda dengan sekadar dihapus pertemanannya atau di-unfriend. Menghapus pertemanan tarafnya masih di bawah blokir. Dengan meng-unfriend, orang masih bisa saling melihat. Bahkan masih bisa saling berkomentar bila kaduanya tidak mensetting akunnya menjadi secure, alias membiarkan akunnya buka-bukaan, semua postingan baik status maupun foto bisa diakses publik, sehingga mirip akuarium. Mereka juga masih bisa saling berinteraksi dan saling tag di Group yang diikuti keduanya. Biasanya alternatif ini dipilih bila "persoalan" antar kedua akun belum fatal, sehingga pemilik akun memilih unfriend dan bukan blokir. Bila alternatif ini yang dipilih, suatu saat mereka bisa berteman lagi. Apakah dengan diblokir mereka tak bisa berteman lagi? Bisa saja. Tapi susah. Bagaimana mau meng-add kalau akunnya aja tidak terlihat di Facebook? Thus, bila mau berteman lagi, pemilik akun yang diblokir harus berhubungan dulu di dunia nyata dengan pemblokir, minta blokirnya dibuka.Baru setelah blokir dibuka, mereka bisa saling melihat dan saling add. Unfriend dan block/ blokir, sesuatu yang biasa saja. Tak perlu dihadapi dengan mengeluarkan asap dari kedua telinga. Itu kan hanya pergaulan di dunia maya. Kita kan tetap bisa bergaul di dunia nyata.Nggak usah terlalu serius lah dengan Facebook atau jejaring sosial apapun... Yang paling penting ketika kita di-unfriend atau bahkan diblokir adalah introspeksi diri. Mengapa orang tidak mau lagi berteman dengan kita di Facebook? Mengapa eh mengapa? Ada banyak alasan yang akan saya paparkan di bawah ini. So, mari kita lihat diri kita, jangan-jangan kita melakukan hal di bawah ini sehingga di-unfriend/ diblokir: # Belagu Dalam menulis status ataupun komen, sering orang keliatan belagu. Mentang-mentang punya kelebihan sedikit dibanding orang lain, lalu sok nggak lepel sama orang lain. Pamer ini, pamer itu. Isi Facebooknya baik status maupun foto hanya: "Aku begini, aku begitu. Aku beginu.." Seakan ingin mengungkapkan: "Aku top banget, aku paling top sedunia." Hihihihiiii.... Ada orang yang belagu karena tidak sadar, ada yang memang belagu sepenuh hati. Kebelaguan ini mau dibalut pake apa, akan tetap terlihat kok di mata orang-orang yang peka. Belagu juga menandakan orang nggak dewasa. Jiwanya belum mengendap/menep kalau orang Jawa bilang. Masih butuh pengakuan. Melihat orang belagu, lama-lama orang bisa sakit maag. Perut mual-mual, bahkan muntah. Maka daripada maagnya kambuh setiap kali liat status orang belagu ini, seseorang kadang memutuskan melakukan unfriend atau bahkan blokir. # Suka komen pedas Dalam memberikan komen, sebaiknya kita memang lihat-lihat sikon. Kalau kita memang udah kenal baik sama pemilik akun, tak ada masalah bila kita menulis dengan gaya apapun. Dia tak akan tersinggung. Tapi bila kita tidak terlalu kenal dengan pemilik akun, jangan sekali-sekali komen pedas di statusnya. Sebab bisa jadi dia akan tersinggung, dan lalu meng-unfriend kita. Bila hal itu kita lakukan berulang-ulang, bisa jadi dia memutuskan memblokir kita. # Hobi mengirim spam Agar tingkat keterbacaan tinggi, kadang orang memposting link tulisannya di sebuah blog pada dinding Facebooknya. Agar tingkat keterbacaan lebih tinggi lagi, link itu lantas diposting juga di grup-grup di mana dia turut serta. Celakanya, kadang seseorang ikut belasan bahkan puluhan atau ratusan grup. Bila ada teman yang kebetulan ikut grup-grup yang sama, tak ayal teman tersebut akan melihat materi yang sama dan berulang-ulang di mana-mana. Ini memang biasanya diniatkan untuk mendongkrak rating. Namun apapun alasannya, yakinlah hal ini sungguh mengganggu. ‪#‎Menulis‬ status puluhan/ratusan kali sehari Kalau Anda memang ingin menyiksa teman Anda, langkah ini bisa dicoba. Menulis status jumlahnya 20 biji ke atas, atau malah ratusan kali sehari. Bagi orang yang lugu (lucu + guoblok) mungkin ini diniatkan untuk berbagi. Namun status yang banyak dan bertubi-tubi ini akan membuat kontak-kontak kita eneg. Bila kita punya kebiasaan ini, saya jamin lama kelamaan teman kita akan habis. Bilapun teman masih banyak, mereka akan mencuekin status kita. Langkah pertama yang dilakukan teman biasanya "sembunyikan postingan". Lalu baru unfriend. Dan bila kebiasaan menulis atatus dalam jumlah banyak ini berlanjut, daripada menghubungi dokter orang akan merasa lebih baik memutuskan memasukkan kita ke daftar blokir. ‪#‎Habis‬ adu komen/debat Tak sedikit orang yang menggunakan space komen Facebook untuk mengemukakan gagasan, beradu argumen, hingga berdebat. Saat adu argumen/debat, kadang orang akan menjadi sangat emosi. Ujung-ujungnya, salah satu atau kedu belah pihak melakukan unfriend/blokir. Hal itu dilakuakn karena emosi yang meletup-letup. ‪#‎Ada‬ dendam pribadi Semaya-mayanya dunia, tak jarang ekses dunia nyata tetap mempengaruhi. Hal ini juga bisa terjadi dalam masalah blokir-memblokir ini. Misalnya seseorang punya dendam pribadi di dunia nyata dengan orang lainnya, kadang memutuskan untuk tidak saling melibatkan diri di dunia maya. Tak mau berhubungan dengan mantan pacar, istri/suami mantan, orang-orang yang pernah sangat mengecewakan hati kita, itu manusiawi. Maka fitur blokir akan sangat membantu. Well...., unfriend-blokir ini sesuatu yang biasa aja di dunia per-Facebookan. Sebab memang ada fitur itu yang disediakan untuk digunakan bila perlu. Maka mari kita hadapi dengan biasa aja. Saat dirasa perlu memblokir, mari memblokir. Kalau kita yang diblokir.. ya biasa-biasa aja lah. Nggak usah terlalu sakit hati. Pokoknya asyik asyik aja dah.... Hmm.. Apa lagi ya alasan-alasan orang diblokir? Anda mau menambahkan?

Jika Akun kita sering dimasukan ke dalam Grup Facebook yang tidak jelas tanpa sepengetahuan kita, Berikut cara keluarnya?

Metode 1 : Mencegah agar tidak ditambahkan seseorang pada grup facebook dengan mencentang opsi agar tidak bisa di undang lagi
Untuk melakukan cara ini anda perlu login terlebih dahulu ke akun Facebook anda > klik menu dropdown (panah yang mengarah ke bawah) > Kelola Grup > Grup Anda. Temukan grup yang anda ingin keluar dari keanggotaanya > klik icon Gerigi > Keluar dari Grup. Kemudian centang "Cegah anggota ini menambahkan anda kembali ke grup.
Metode 2 : Memcegah agar tidak ditambahkan seseorang pada grup facebook dengan menghapus pertemanan dengan orang yang menambahkan
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa yang menambahkan kita ke grup facebook ini kebanyaka adalah orang yang sama. Untuk itu, meskipun tindakan ini agak sedikit ekstrim dan sadis, demi kenyamanan bersama alangkah baiknya diputus saja pertemanan dengan orang ini.
Asumsinya bahwa akun facebook tersebut telah dikuasai oleh seseorang. Jika tidak demikian, maka berikan peringatan kepada orang tersebut agar tidak menambahkan kita lagi ke grup-grup yang tidak berguna. Namun, jika diulangi lagi, maka sebaiknya ambilah langkah pemberhentian pertemanan darinya.