config

Sabtu, 16 April 2016

BANK MASIH WASPADA TENTANG BITCOIN, DAN MASIH MEMPENGARUHI BISNIS YANG BERDASARKAN BITCOIN

Bank terancam oleh bitcoin dan pada saat yang sama, mereka mengeksplorasi cara untuk mengintegrasikan teknologi bitcoin ke dalam sistem operasi mereka.
Dalam dunia perbankan, bank diibaratkan ingin mempunyai sebuah kue dan mereka juga ingin memakannya juga. Di satu sisi lain, semua bank internasional besar mempunyai keinginan menggabungkan teknologi blockchain ke dalam sistem operasi mereka sedangkan, di sisi lain, mereka tidak begitu bersemangat untuk menawarkan layanan perbankan untuk perusahaan Bitcoin.
Bitcoin telah memamerkan pertumbuhannya yang kuat sejak tahun 2013. Mata uang digital telah ada selama 7 tahun, karena pertumbuhannya yang cepat bitcoin mendapat perhatian semua orang. Pertumbuhan penerapan bitcoin juga terlihat di banyak startups yang menawarkan inovasi layanan yang berbasis bitcoin di bidang jasa keuangan. Layanan ini jauh lebih murah dan lebih efisien daripada jasa keuangan konvensional. Selain layanan keuangan seperti remittance dan transfer dana, bitcoin dikombinasikan dengan teknologi blockchain yang mendasarinya juga mulai mendapatkan pijakan di sektor fintech.
BANK MENJAGA JARAK MEREKA DARI BITCOIN
Potensi bitcoin dalam aplikasi perbankan dan fintech telah memberikan ancaman bagi lembaga keuangan dan perbankan. Perbankan dan sektor fintech masih tergantung pada sistem terdahulu dan teknologi bitcoin adalah sesuatu yang benar-benar baru bagi mereka. Permusuhan terhadap bitcoin dan perusahaan berbasis bitcoin ini terutama disebabkan alasan berikut ini
• Bitcoin adalah mata uang virtual yang terpusat. Artinya, tidak ada otoritas sentral yang dapat mendikte istilah pada mata uang. Dengan kata lain, jika bitcoin diterima secara luas, bank hampir tidak memiliki kontrol atas ekonomi bitcoin-driven.
• Bitcoin menjadi populer setelah penggunaannya yang luas di pasar yang berbasis web seperti Silk Road. Awalnya, transaksi bitcoin dianggap anonim sehingga mata uang ini dipakai dalam kegiatan transaksi narkoba. Masalah anonimitas ini kemudian telah dibuktikan bahwa mata uang digital ini tidak sepenuhnya anonim seperti dugaan awal. Transaksi Bitcoin termasuk transaksi pseudonim yang terbaik. Namun bitcoin masih terus menjadi mata uang pilihan bagi para penjahat dan hacker. Ada berbagai kejadian di mana pemeras, hacker, dan penculik menuntut uang tebusan menggunakan bitcoin. Serangan bitcoin ransomware masih terus mempengaruhi komputer di seluruh dunia. Ketenaran dari Bitcoin dikombinasikan dengan berbagai peraturan perbankan yang ketat mengharuskan bank untuk melaporkan dana yang diperoleh secara ilegal bertindak sebagai faktor yang merugikan pihak lain. Hal ini hampir tidak mungkin bagi bank-bank untuk menentukan apakah dana yang terhubung ke bitcoin secara hukum diperolehkan atau tidak. Untuk berada di sisi yang lebih aman, mereka cenderung menjauhkan diri dari bisnis yang terhubung pada mata uang digital.
• Tidak adanya peraturan di barbagai negara adalah alasan lain bagi bank untuk melabuhkan rasa permusuhan terhadap bisnis Bitcoin terkait.
• Dengan negara dan bank sentral yang telah mengakui bitcoin sebagai instrumen keuangan dalam beberapa hari terakhir ini, peraturan bitcoin mulai bermunculan. Setelah peraturan bitcoin itu berlaku, bitcoin akan mendapatkan status hukum, yang dapat mempengaruhi bank-bank.
Bank juga menyadari bahwa bitcoin ada di sini dan mereka telah mengacuhkannya bersama dengan teknologi blockchain dalam waktu yang lama. Sekarang mereka takut, mereka akan binasa jika mereka tidak meng-upgrade layanan mereka dan mencocokkan sistemnya dengan Bitcoin. Jadi mereka sekarang berinvestasi dalam penerapan teknologi itu sendiri, minus bagi bitcoin itu sendiri.
Sampai saat ini, bitcoin memiliki beberapa pathner bank yang terbuka untuk Bitcoin sedangkan sisanya terus mencari cara untuk mengubur mata uang digital sembari merangkul teknologi yang telah menggantikan keberadaannya itu.

Lihat Juga Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar